DPR Minta TNI Laporkan Hasil Investigasi Pesawat Jatuh
Jumat, 22 Jul 2005 15:48 WIB
Jakarta -
Dua pesawat milik TNI AU jatuh dalam waktu yang hampir bersamaan. Mabes TNI pun didesak segera menyelidiki penyebab kecelakaan. DPR meminta hasil investigasi itu bisa diserahkan secepatnya."Ini akan dijadikan pertimbangan untuk membuat kebijakan dan anggaran," kata anggota Komisi I DPR Djoko Susilo kepada wartawan di Gedung DPR/MPR, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (22/7/2005).Sekadar diketahui, pesawat CN-235 milik TNI AU jatuh di Bandara Malikul Saleh, Lhokseumawe, NAD, Kamis (21/7/2005) kemarin. Sedikitnya tiga perwira TNI AD tewas. Selain CN-235, pada hari yang sama pesawat TNI AU jenis Oviten (OV) 10 F Bronco juga mengalami kecelakaan di Malang, Jawa Timur. Dua awaknya diduga tewas.Djoko meminta Mabes TNI juga membentuk tim independen untuk mengawasi keberadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista). "Sehingga setiap saat bisa dikontrol mana pesawat yang layak dan tidak layak terbang," tandasnya. Wakil Ketua FPAN ini menduga penyebab kecelakaan pesawat tersebut karena umur yang sudah tua. "Karena itu, kami akan mengusulkan pengadaan alutsista baru," tutur Djoko. Caranya, anggaran pembuatan Kodim hingga Koramil akan dialihkan untuk pengadaan alat. "Karena sesuai UU nomor 34 tahun 2004 tentang TNI, lambat laun keberadaan Kodim hingga Koramil akan hilang," ujar Djoko.
(ton/)










































