"Anggota melakukan pengembangan dan mencari barang bukti, namun DG sempat melakukan perlawanan dengan cara menendang kemaluan salah satu anggota serta mencoba melarikan diri. Anggota memberikan tembakan peringatan ke udara sebanyak 3 kali, namun dia tidak menghiraukannya hingga diambil tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkannya," ujar Kapolsek Panakukang, Kompol Ananda Fauzi Haraharap, pada Minggu (24/6/2018) dini hari.
Sebelumnya, keduanya diamankan oleh tim Resmob Polsek Panakukang, saat tengah berboncengan dan hendak melakukan transaksi penjualan handphone hasil curiannya, di jalan Urip Sumahardjo Makassar, pada Sabtu (23/6/2018) malam.
Komplotan ini diketahui telah beraksi sebanyak 7 kali di berbagai daerah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam melancarkan aksinya, mereka memiliki peran yang berbeda-beda.
"DG memiliki peran sebagai joki motor sekaligus eksekutor, untuk DN memeliki peran sebagai penjual online melalui akses sosial media," sebut Ananda.
Selain membekuk kedua terduga komplotan begal tersebut, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga hasil dan kendaraan yang digunakannya dalam beraksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, sepasang sindikat begal ini langsung dibawa ke Mapolsek Panakukang Makassar, guna diproses hukum lebih lanjut.
Saksikan juga video: 'Timah Panas Lumpuhkan Begal Sadis di Makassar'
(asp/asp)











































