DetikNews
Minggu 24 Juni 2018, 07:23 WIB

Polisi Sebut Konstantinus Tak Menyesal Perkosa Turis Prancis

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Polisi Sebut Konstantinus Tak Menyesal Perkosa Turis Prancis Pelaku pemerkosaan turis Prancis dan Italia di Labuan Bajo (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta - Polisi menyebut Konstantinus Andi Putra (35) tak mengungkapkan rasa penyesalannya setelah memperkosa turis luar negeri (LN), asal Prancis dan Italia, di Labuan Bajo. Konstantinus malah melarikan diri agar tak diciduk polisi setelah memperkosa korban.

"Nggak ada (ungkapan penyesalan), kalau dia menyesal harusnya, tidak melakukan lagi, pertama, terus dia tidak lari," kata Kapolres Manggarai Barat AKBP Julisa Kusumawardono kepada detikcom, Sabtu (23/6/2018).


Julisa menduga pelaku juga mempunyai motif untuk merampos barang-barang berharga dari korban pemerkosaan. Uang dari hasil kejahatan itu dimanfaatkan oleh Konstantinus untuk membeli ponsel baru.

"Dia juga menguasai barang-barang milik korban, tas uang, kartu ATM, kartu penting lainnya, paspor. Kemungkinan seperti itu, kalau dia menyesal dia akan mengembalikan tapi dia menggunakan uang yang didapatkan itu untuk beli handphone baru," tutur dia.



Selain itu, Julisa juga mengatakan Konstantinusterpengaruh minuman keras saat memperkosa turis Prancis dan Italia. Pemerkosaan itu, menurut Julisa, bukan hal yang spontan tapi telah direncanakan sebelumnya.

"Ya memang dia karena ketemu dengan, pertama, dia memperkosa perempuan Prancis itu berada dalam pengaruh alkohol terus dan memang dia sudah punya niat. Berikutnya, dia juga melakukan perbuatan tersebut juga pengaruh alkohol dan memang dia ini melakukan kepada wisatawan ini dengan cara memaksa, bisa dua kali karena dia punya niat untuk melakukan itu," imbuhnya.

Sebelumnya, kasus pemerkosaan ini terjadi pada Selasa (12/6). Pelaku yang bukan merupakan pemandu wisata resmi awalnya mengantar korban ke lokasi air terjun Cunca Wulan di Labuan Bajo. Setelah itu, pelaku menakuti dan mengancam korban akan diperkosa bersama teman-temannya. Korban akhirnya menuruti permintaan pelaku.

Setelah melancarkan aksi bejatnya, pelaku mengantarkan korban yang mengaku sakit ke RS Siloam. Konstantinus lalu melarikan diri setelah mengantar korban ke RS Siloam.

Pelaku akhirnya ditangkap pada Jumat (22/6). Polisi berhasil meringkus Konstantinus sekitar pukul 06.30 Wita di Pelabuhan Waikelo di Sumba Barat Daya. Konstantinus ditangkap di pelabuhan saat akan kabur ke daerah Sumba Barat.



Tonton juga video: 'Pemerkosaan Gadis 7 Tahun Berujung Demo Besar-besaran di Pakistan'

[Gambas:Video 20detik]






(knv/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed