DetikNews
Minggu 24 Juni 2018, 05:48 WIB

Keseruan Debat Final Pilgub Jatim 2018

Enggran Eko Budiarto, Deni Prasetyo Utomo, Ardian Fanani - detikNews
Keseruan Debat Final Pilgub Jatim 2018 Foto suasana debat pamungkas Pilgub Jatim 2018 (Zaenal Effendi/detikcom)
Surabaya - Debat pamungkas Pilgub Jawa Timur 2018 berlangsung cukup seru. Dua pasangan calon, Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno saling menunjukkan performa terbaik mereka.

Debat terakhir Pilgub Jatim digelar di Gedung Dyandra Convention Center, Jl Basuki Rahmat, Surabaya, Sabtu (23/6/2018) malam. Sebelum debat dimulai, sempat ada sedikit ricuh di lokasi karena pendukung Khofifah-Emil yang tak memiliki akses memaksa untuk masuk ke tempat debat. Namun akhirnya pihak keamanan berhasil meredamnya.


Sesaat sebelum debat dimulai, para pendukung calon meneriakkan yel-yel bagi jagoan mereka. Para pendukung menyuarakan yel-yel menggunakan bahasa Jawa.

"Wis wayahe Bude Khofifah, biyen Pakde saiki Bude. Saiki Pakde dukung Bude," seru pendukung paslon nomor urut 1 Khofifah-Emil.

"Buka mulut... hokya, hokya... Kabeh sedulur sak Jawa Timur, Kabeh sedulur kabeh makmur... unjuk gigi... hiiiii (sambil menengok ke pendukung nomor 1)," balas pendukung Gus Ipul-Puti yang mendapat nomor urut 2.


Para pendukung yang tak bisa masuk, akhirnya menyaksikan debat lewat layar besar yang disiapkan di depan lokasi acara. Suasana panas di dalam ruangan, menular hingga di luar. Kedua pendukung juga ikut saling meneriakkan yel-yel.

Debat dimulai dengan pemaparan visi misi dari pasangan calon. Pada kesempatan pertama, Khofifah berjanji tak akan ada jual beli jabatan di Jatim bila terpilih sebagai gubernur.

"Kami memastikan bahwa Khofifah-Emil di dalam bakti ke delapan tidak akan ada jual beli jabatan, siapa pun ASN (Aparatur Sipil Negara) di Jatim yang lulus uji komepetensi, berhak menduduki jabatan dan posisi strategis," kata Khofifah saat memaparkan visi-misi.


Giliran Gus Ipul, ia menyampaikan sejumlah prestasinya selama menjadi Wagub Jatim 10 tahun terakhir. Pada visi-misinya, Gus Ipul menyampaikan konsep anyar yaitu 'kolaborasa'. Ini adalah konsep memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan pemerintahan yang melayani rakyat dengan rasa.

"Kolaborasi dengan rasa, membangun dengan hati. Kami akan lebih banyak mendengar, sabar dan selalu senang menerima masukan," ucap Gus Ipul.

Sejumlah isu birokrasi dibahas dalam debat final ini. Mulai soal ego sektoral, akselerasi layanan publik, program inovasi untuk perempuan, anak dan difabel, efisiensi anggaran, hingga pelayanan perekaman e-KTP di Jawa Timur.


Debat juga berlangsung cukup panas. Beberapa kali pasangan calon saling serang lawannya. Saat berbicara soal kesulitan perekaman e-KTP, cawagub Emil Dardak menyentil Gus Ipul. Emil membagikan pengalamannya sebagai Bupati Trenggalek di bawah kepemimpinan Gus Ipul yang kini merupakan Wagub Jatim nonaktif.

Hal tersebut bermula ketika Gus Ipul menjawab pertanyaan panelis soal lamanya pencetakan e-KTP di lokasi layanan yang sulit terjangkau. Dia menyebut, Pemprov siap mengambil alih layanan tersebut dari kabupaten/kota yang kesulitan dalam proses pencetakan e-KTP. Emil berpandangan, lebih baik bila Dispendukcapil melakukan 'jemput bola'.

"Dulu lansia kita datangi ke rumahnya untuk biometrik. Ini pandangan yang tidak akan kami lakukan sebagai seorang Gubernur dan Wakil Gubernur nantinya, karena saya ngrasakan ngecek arusnya dari reception sampe foto, kenapa urutannya bisa berubah-ubah, masalahnya bukan di alat rekamnya tetapi alat cetaknya yang terbatas," ucap Emil.


Emil juga beberapa kali tampak menyerang cawagub lawannya, Puti Guntur Soekarno. Salah satunya adalah soal pembahasan mengenai efisiensi anggaran.

"Efisiensi menjadi kunci untuk mengurangi beban anggaran. Anggaran yang tidak perlu, harus dihilangkan," kata Puti.

Emil tidak setuju dengan jawaban Puti. "Kami sudah merasakan menganggarkan sendiri. Melakukan efisiensi, kami sudah lakukan," sindirnya.


Hal menarik dalam debat ini terjadi saat Khofifah menyanjung kepemimpinan Soekarwo saat menjadi gubernur. Mantan Menteri Sosial itu melempar pujian untuk Pakde Karwo soal pelayanan publik.

"Saya mengapreasiasi kinerja pemerintahan saat ini yang dipimpin oleh Pakde Karwo yang berhasil memberikan pelayanan publik yang maksimal. Tentu harus dikonfirmasi kembali untuk kembali bisa melayani masyarakat semakin lebih baik," tutur Khofifah.

Pernyataan Khofifah langsung disambar Gus Ipul. Dia mengingatkan, Wagub dari Pakde Karwo adalah dirinya. Ini seakan mengesankan, dengan Khofifah menyanjung Pakde Karwo, itu berarti dia juga memuji Gus Ipul sebagai wakilnya.


"Terima kasih, yang terakhir tadi mengapresiasi kinerja Pak Gubernur, dan itu Wakilnya saya," kata Gus Ipul disambut keriuhan penonton dalam debat itu.

Di akhir-akhir pernyataan, ada segmen yang mengharuskan cagub menjawab dengan Bahasa Jawa. Segmen ini cukup menarik. Penonton disajikan saat Khofifah dan Gus Ipul berbicara bahasa Jawa campuran dengan Bahasa Indonesia. Bahkan di beberapa kesempatan, keduanya juga mencampur dengan Bahasa Jawa Ngoko (kasar).

"Kulo besyukur Jawa Timur niki gadah kathah pihak-pihak swasta ingkang kerso ndamel pelayanan bencana kalih Pemerintah propinsi Jawa Timur. Swasta-swasta ini punya hubungan sing cedek kalih pemerintah. Tiap tiga bulan ngumpul mbahas macem-macem yang bisa di...yang saget damel antisispasi lek wonten bencana," ujarnya dengan bahasa campuran Jawa dan Indonesia.," kata Gus Ipul saat menjawab soal penanganan bencana.


"Kala wau pertanyaan niku sami dilontarkan panelis. Bahwa dinten meriko sesungguhnya banyak negoro-negoro lintu sampun milai industri sekawan titik nol. Lah meniko sedadosipun datanipun intergasikan," kata Khofifah ketika menanggapi pertanyaan tentang pusat data di pemerintahan yang berbeda-beda yang membuat pemerintah sulit untuk mencocokkan data dengan baik.

Pada akhir segmen, pasangan calon diminta untuk memberikan closing statement. Khofifah meminta restu kepada masyarakat Jawa Timur.

"Kami mohon doa kami mohon pangestu, mudah-mudahan kami mendapat akan mendapat kepercayaan masyarakat Jawa Timur," kata Khofifah.


Sementara Gus Ipul dan Puti bergantian berbicara. Gus Ipul meminta dukungan masyarakat Jatim untuk memilihnya dan Puti. Namun dia juga sempat menyampaikan harapan agar program-programnya bisa difasilitasi apabila Khofifah-Emil yang memenangkan Pilgub Jatim.

"Kalau Bu Khofifah yang menang, kita titpkan aspirasi kita. Tapi jika saya yang menang tidak akan ada lagi nomor satu, nomor dua. Semua warga Jawa Timur Kabeh Sedulur Kabeh Makmur," kata Gus Ipul.


(elz/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed