Pembakaran Babi Belum Efektif Atasi Flu Burung
Jumat, 22 Jul 2005 15:21 WIB
Jakarta - Babi yang terindikasi terjangkit flu burung akan dibakar. Namun efektivitas menghambat penyebaran virus tersebut masih dipertanyakan. Sebab, banyak hewan yang menjadi perantara virus flu burung."Seharusnya pemusnahan dilakukan langsung pada sumbernya yakni unggas karena kalau tidak begitu maka penyebaran virus masih dapat terus terjadi," tutur Direktur Kesehatan Hewan Departemen Pertanian (Deptan) Tri Satya Putri kepada wartawan di Gedung C, Komplek Deptan, Jl RM Harsono No 3, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (22/7/2005).Ia menduga pemusnahan babi ini lebih dikarenakan banyaknya tekanan dari DPR dan masyarakat. Desakan itu meminta Mentan Anton Apriantono melakukan tindakan kongkret di lapangan. "Muatan politisnya lebih besar dibanding teknisnya," tandas Tri.Meski secara teoritis, tubuh babi memang berpotensi terdapat virus flu burung. "Babi ini sebagai pencampur virus-virus yang terdapat pada unggas," jelasnya.Pemusnahan 196 ekor babi di Tangerang akan dikonsentrasikan di 2 tempat. Untuk ternak miliki Indra akan dibakar di Desa Rancaiyo, Kecamatan Panongan. Sedangkan, untuk ternak milik Parman akan dimusnahkan di Desa Babat, Kecamatan Legok.
(ton/)











































