Mayor Taufan Tinggalkan Bayi Berumur 10 Bulan
Jumat, 22 Jul 2005 14:41 WIB
Bandung - Salah satu korban kecelakaan pesawat TNI AU CN-235, Mayor Taufan Ventio, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra Bandung. Taufan meninggalkan seorang istri dan dua orang anak. Salah satu anaknya masih berumur 10 bulan. Taufan dikebumikan dengan upacara militer, Jumat (22/7/2005) sekitar pukul 13.50 WIB. Ratusan pelayat tampak mengiringi kepergian almarhum ke alam baka. Sebagian besar pelayat adalah para tentara dari Kodam III/Siliwangi. Dengan dibalut bendera Merah Putih, peti mati jenazah Taufan dimasukkan ke dalam liang lahat dengan isak tangis keluarganya. Istri Taufan, Sri Amayanti, yang saat itu mengenakan baju hitam, tampak tidak berhenti menangis. Upacara pemakaman ini dipimpin oleh Brigjen Mulyono, Kasdam III/Siliwangi. Seperti biasa, pemakaman juga diiringi dengan tembakan salvo. Pemakaman berlangsung di tengah terik sinar matahari. Taufan, kelahiran 11 Juni 1970, memiliki jabatan terakhir sebagai Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0105 Aceh Barat/Kodam Iskandar Muda. Selain meninggalkan seorang istri, Taufan juga meninggalkan dua anaknya yang masih kecil, Annisa (5) dan Muhammad Efan (10 bulan). Jenazah Taufan dibawa dari Lhokseumawe Kamis (21/7/2005) malam. Jenazah tiba di rumah duka, Jl. Cikajang V nomor 1, Antapani, Bandung pukul 02.15 WIB, Jumat (22/7/2005). Menjelang diberangkatkan menuju TMP Cikutra, Annisa sempat sempat membacakan doa untuk orang tuanya itu. Keluarganya dibuat terharu. Taufan merupakan satu dari tiga korban tewas jatuhnya pesawat CN-235 milik TNI AU di Lanud Malikus Saleh, Lhokseumawe, Kamis (21/7/2005) kemarin. Pesawat jatuh setelah gagal mendarat setelah terbang dari Banda Aceh.
(asy/)











































