SBY Hanya Kunjungi Cina
Jumat, 22 Jul 2005 14:03 WIB
Jakarta - Untuk mengatasi kelangkaan BBM beberapa waktu lalu, Presiden SBY menunda rencana kunjungan ke RRC. Karena menganggap situasi saat ini membaik, akhirnya SBY memutuskan meneruskan rencana tersebut."Pertimbangan perubahan jadwal ini karena Presiden menilai situasi terakhir dalam negeri sudah lebih terkendali," kata jubir Presiden Dino Patti Djalal kepada wartawan di Kantor Presiden, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (22/7/2005).Sebelumnya, Presiden dijadwalkan berkunjung ke Cina, Thailand, dan Brunei Darussalam pada tanggal 12 sampai 20 Juli 2005 lalu. Rencana tertunda tersebut direalisasikan menjadi tanggal 27 sampai 30 Juli 2005 mendatang, dengan Cina sebagai satu-satunya negara tujuan.Jadwal kunjungan ke Thailand dan Brunei belum ditentukan, tapi kemungkinan sesudah HUT RI ke-60 17 Agustus 2005 mendatang. "Dipilihnya Cina, karena memang waktunya saat ini yang paling pas. Sangat sulit mencari waktu yang cocok untuk kunjungan tiga negara sekaligus," ujar Dino.Jadwal KegiatanTanggal 27 Juli, Presiden yang didampingi istri berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma pukul 07.30 WIB dan tiba di Beijing pukul 16.00 waktu setempat. Presiden akan langsung mengadakan pertemuan dengan komunitas WNI di Cina.Tanggal 28 Juli, Presiden akan melakukan serangkaian kunjugan resmi dengan para pemimpin negara komunis tersebut. Setelah bertemu Ketua Kongres Nasional Cina Wu Banghuo, Presiden akan bertemu PM Cina Wen Ja Bo, lalu Presiden RRC Hu Jin Tao.Dalam pertemuan dengan Hu Jin Tao, Kedua kepala negara diagendakan untuk menyaksikan penandatanganan nota kesepakatan dalam peningkatan kerjasama bidang ekonomi dan perdagangan.Tanggal 29 Juli, Presiden mengadakan pertemuan dengan Kadin Cina dan pengusaha-pengusaha Tionghoa lainnya. Presiden juga akan menyaksikan penandatangan MoU RI dengan Microsoft Asia, yang akan dilakukan Menristek Kusmayanto Kadiman.Hari terakhir 30 Juli, Presiden akan berkunjung ke kota Zenzen, salah satu kota industri yang berkembang pesat di Cina. Setelah bertemu Walikota setempat, Presiden juga akan meninjau RS, perusahaan parmasi Neptunus Pharmaceutical, dan pabrik industri elektronik Hua Wei.
(fab/)











































