DetikNews
Sabtu 23 Juni 2018, 09:27 WIB

Ngabalin Siap Fasilitasi Prabowo ke Pemerintah soal Data LRT

Andhika Prasetia - detikNews
Ngabalin Siap Fasilitasi Prabowo ke Pemerintah soal Data LRT Tenaga Ahli Kedeputian IV KSP Ali Mochtar Ngabalin (Nur Indah Fatmawati/detikcom)
FOKUS BERITA: Anggaran LRT Di-mark Up?
Jakarta - Tenaga Ahli Kedeputian IV KSP Ali Mochtar Ngabalin meminta Ketum Gerindra Prabowo Subianto hati-hati menyebut dana proyek LRT di-mark up. Ngabalin siap memfasilitasi Prabowo ke pemerintah soal data tentang proyek LRT.

"Saya bisa memfasilitasi, biar nanti saya minta anak-anak muda yang financial engineering yang di kantor Menko Kemaritiman itu untuk menjelaskan," ujar Ngabalin kepada detikcom, Jumat (22/6/2018) malam.


Ngabalin tak main-main soal niat memfasilitasi hal tersebut. Sebab, kata Ngabalin, terjadi penghematan Rp 13 triliun dalam proyek LRT.

"Iya dong. Jangan anggap saya bercanda karena hitungan pemerintah itu terjadi penghematan Rp 13 triliun," ujar Ngabalin.

Ngabalin menambahkan proyek LRT yang digarap pemerintah tidak sepenuhnya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ngabalin mempertanyakan data apa yang dipakai Prabowo.


"Ingat, ini proyek pertama Indonesia yang tidak sepenuhnya menggunakan APBN. Mungkin sekitar 20-an persen. Itu kan dibilang tidak efisien atau di-mark up. Yang paling pertama harus dibutuhkan data-data apa yang dipakai," jelas Ngabalin.

Seperti diketahui, Prabowo menuding biaya pembangunan LRT di Indonesia di-mark up. Dia pun mengaku mengantongi data soal biaya pembangunan untuk LRT di dunia yang hanya berkisar US$ 8 juta/km. Sedangkan di Palembang, yang memiliki panjang lintasan 24,5 km, biayanya hampir Rp 12,5 triliun atau dengan kata lain US$ 40 juta/km.

"Saya tanya harganya berapa proyeknya, Rp 12,5 triliun. Luar biasa. Rp 12,5 triliun untuk sepanjang 24 km. Saya diberi tahu oleh Gubernur DKI yang sekarang, Saudara Anies Baswedan, dia menyampaikan kepada saya: Pak Prabowo, indeks termahal LRT di dunia 1 km adalah 8 juta dolar," ungkap Prabowo saat sambutan acara silaturahmi kader di Hotel Grand Rajawali, Palembang, Kamis (21/6).

"Kalau ini, Rp 12 triliun untuk 24 km, berarti 1 km 40 juta dolar. Bayangkan. Di dunia 1 km 8 juta dolar, di Indonesia, 1 km 40 juta dolar. Jadi saya bertanya kepada Saudara-saudara, mark up, penggelembungannya berapa? 500 persen," tambah dia.
(dkp/dkp)
FOKUS BERITA: Anggaran LRT Di-mark Up?
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed