DetikNews
Sabtu 23 Juni 2018, 08:31 WIB

Polisi Harus Tangani WN Prancis Korban Pemerkosaan di Labuan Bajo

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Polisi Harus Tangani WN Prancis Korban Pemerkosaan di Labuan Bajo Komisioner Komnas Perempuan Magdalena Sitorus (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Komnas Perempuan menyayangkan terjadinya kekerasan seksual di Labuan Bajo, NTT. Polisi diminta melakukan pendampingan psikis kepada WN Prancis korban pemerkosaan.

"Korban harus ditangani, kan itu pasti trauma luar biasa kan," ujar Komisioner Komnas Perempuan Magdalena Sitorus kepada detikcom, Jumat (22/6/2018).

Komnas Perempuan juga meminta pemerintah setempat menyediakan mekanisme pengaduan untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual. Hal itu menjamin keamanan tempat wisata.

Baca Juga: Akhir Pelarian Pemerkosa Turis Prancis di Labuan Bajo

"Itu harusnya ada mekanisme pengaduan, jadi kalau misalnya kalau turis itu kan mikirnya itu wilayah aman. Tapi sudahkah ada informasi kalau ada hal tidak aman di tempat yang mereka datangi, ke mana mereka harus pergi," kata Magdalena.

Magdalena mendesak tempat-tempat wisata menyosialisasi informasi yang memadai terkait keamanan. Dia mengatakan, dengan adanya nomor aduan khusus, hal itu dapat mencegah kekerasan seksual terhadap turis.

"Jadi sebelum terjadi, pencegahan jangan sampai terjadi kekerasan seksual. Jadi mekanisme perlindungan sebelum terjadi mereka juga sudah diwanti-wanti kalau ada perasaan tidak nyaman menjadi wisatawan di situ apa yang harus dilakukan," ujarnya.

Baca Juga: Pastikan Wisata Labuan Bajo Aman, Polisi Kontak Kedubes Prancis

Kasus pemerkosaan ini terjadi pada Selasa (12/6). Pelaku yang bukan merupakan pemandu wisata resmi awalnya mengantar korban ke lokasi air terjun Cunca Wulan di Labuan Bajo. Setelah itu, pelaku menakuti dan mengancam korban yang berkewarganegaraan Prancis akan diperkosa bersama teman-temannya. Korban akhirnya menuruti permintaan pelaku.

Pelaku bernama Konstantinus Andi Putra (35) sudah ditangkap polisi dalam waktu 10 hari dan harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Dari tangan pelaku, didapatkan sejumlah barang bukti berupa uang tunai hingga paspor. Polisi juga masih memeriksa Konstantinus untuk penyidikan kasus.

"Status sudah tersangka. Saat ini masih diperiksa di sana (Polres Manggarai Barat), masih berkoordinasi dengan Polres Sumba Barat. Nanti akan ditangani di Manggarai Barat karena locus delicti-nya di sini," kata Kapolres Manggarai Barat AKBP Julisa Kusumawardono saat dihubungi.

Baca Juga: Pemerkosa Turis Prancis 4 Bulan Jadi Pekerja Lepas di Labuan Bajo
(fdu/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed