DetikNews
Sabtu 23 Juni 2018, 06:40 WIB

Habiburokhman Super Yakin Laporan Balik 'Mudik Neraka' Direspons

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Habiburokhman Super Yakin Laporan Balik Mudik Neraka Direspons Habiburokhman (Indra/detikcom)
Jakarta - Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPP Partai Gerindra, Habiburokhman meyakini laporan baliknya terkait pernyataan 'mudik neraka' akan ditanggapi kepolisian. Habiburokhman mengatakan apa yang disampaikan mengenai pengalaman mudik sopirnya merupakan fakta.

"Super-yakin, super-yakin (ditanggapi), yakin sekali. Karena saya kan praktik bukan setahun-dua tahun, kita sudah paham sekali. Kalau saya berani lapor itu, bukan sekadar emosional. Tapi karena memang sudah saya hitung banget gitu loh. Saya berani ngomong soal mudik yang bermasalah, karena sudah terbukti fakta-fakta yang ada," kata Habiburokhman saat dihubungi detikcom, Jumat (22/6/2018) malam.

Habiburokhman akan segera kembali ke Bareskrim untuk melengkapi berkas-berkasnya. Dia mengatakan bukan mempersoalkan pelaporan dirinya, melainkan pernyataan yang dilontarkan Danick Danoko dinilai mencemarkan nama baiknya.

"Pernyataannya itu, itu yang saya persoalkan. Nggak harus menunggu persoalan pokoknya itu. Mungkin hari kerja, hari Senin saya ke Bareskrim, melengkapi semua. Saya tadi sudah ketemu sopir saya, saya akan mengantarkan beliau ke sana secepatnya," ucapnya.

Baca Juga: Habiburokhman Putar Rekaman Kesaksian Sopir soal 'Mudik Neraka'

Habiburokhman mengatakan sudah mengumpulkan semua bukti yang mendukung laporan baliknya ke Bareskrim. Dia meyakini bukti-bukti tersebut sudah sangat kuat.

"Nggak mungkin nggak kuat kalau saya melapor. Ini sangat kuat sekali sudah. Jadi kalau istilahnya sudah ngunci, bukti-bukti yang saya pegang sudah ngunci," ujarnya.

Sebelumnya, pengacara Danick Danoko, Aulia Fahmi, mengatakan laporan balik itu merupakan sesuatu yang lucu. Fahmi berpendapat Danick mendapat perlindungan hukum saat melaporkan Habiburokhman soal 'mudik neraka'.

"Gini, kalau mengenai laporan balik, saya nilai sih lucu karena di KUHAP itu kalau kita baca Pasal 108 KUHAP dinyatakan tegas, setiap orang mengetahui yang melihat dan mengalami langsung, suatu tindak pidana, maka berhak untuk melapor, artinya setiap warga negara, ketika dia mengetahui ada dugaan tindak pidana, dia wajib melapor. Kalau kemudian ada warga negara yang melapor terus kemudian dilaporkan balik, ini kan lucu," kata Fahmi kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (22/6).

Fahmi yakin polisi akan bersikap profesional dalam menerima aduan Habiburokhman. Dia juga yakin laporan balik itu akan mentah di tahap penyelidikan polisi.

"Saya yakin mungkin dari kepolisian akan profesional, artinya ketika ada pengaduan dari masyarakat akan diterima. Cuma, ketika (laporan Habiburokhman) penuhnya kepada polisi untuk menguji semua bukti yang disampaikan oleh kedua belah pihak.

Baca Juga: Polisi Selidiki Laporan Habiburokhman dan Mahasiswa Soal 'Mudik Neraka'

Di sisi lain, dalam laporannya, Habiburokhman menyertakan bukti yang ia berikan kepada pihak kepolisian. Kesaksian itu disebut dilakukan lewat telepon saat pemeriksaan.

Dalam rekaman itu, Warto bercerita soal kemacetan menjelang Pelabuhan Merak pada H-2 Lebaran. Dia menjelaskan saat itu kemacetan sangat parah sehingga kendaraan tidak bergerak.

"Iya, pada tanggal 13 Juni itu saya pukul 04.00 menuju Airport Cengkareng. Dari Cengkareng itu saya langsung menuju Tol Tangerang arah Merak. Sekitar pukul 06.00 itu saya sampai di Gerbang Tol Merak. Kemudian, begitu keluar Tol Merak menuju pintu masuk pelabuhan itu kondisi kendaraan itu sudah tidak bergerak alias macet total," kata Warto seperti dalam rekaman suara yang diperdengarkan oleh Habiburokhman di Bareskrim Polri, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis (21/6).

Baca Juga: Saling Lapor Habiburokhman-Mahasiswa Gegara 'Mudik Neraka'
(fdu/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed