DetikNews
Sabtu 23 Juni 2018, 06:26 WIB

Akhir Pelarian Pemerkosa Turis Prancis di Labuan Bajo

Rivki - detikNews
Akhir Pelarian Pemerkosa Turis Prancis di Labuan Bajo Pelaku pemerkosaan WN Prancis di Labuan Bajo ditangkap (tengah) (Foto: Dok. Istimewa)
Kab Manggarai - Pelarian Konstantinus Andi Putra (35), pemerkosa warga Prancis di Labuan Bajo, NTT, tak berlangsung lama. Dirinya diringkus polisi dalam waktu 10 hari dan harus bertanggung jawab atas perbuatannya.

Rangkuman detikcom, Sabtu (23/6/2018), kasus pemerkosaan ini terjadi pada Selasa (12/6). Pelaku yang bukan merupakan pemandu wisata resmi awalnya mengantar korban ke lokasi air terjun Cunca Wulan di Labuan Bajo. Setelah itu, pelaku menakuti dan mengancam korban akan diperkosa bersama teman-temannya. Korban akhirnya menuruti permintaan pelaku.

Akhir Pelarian Pemerkosa Turis Prancis di Labuan BajoPelaku pemerkosaan WN Prancis di Labuan Bajo ditangkap (tengah) (Foto: Dok. Istimewa)


Usai melancarkan aksi bejatnya, korban mengaku sakit dan Konstantinus pun mengantarkan WN Prancis itu ke rumah sakit. Konstantinus lalu melarikan diri setelah mengantar korban ke RS Siloam.



Aksi pelarian itu membuat polisi menerbitkan surat daftar pencarian orang (DPO). Tapi status DPO itu berlaku 10 hari saja.

Jumat (22/6), polisi berhasil meringkus Konstantinus sekitar pukul 06.30 Wita di Pelabuhan Waikelo di Sumba Barat Daya. Konstantinus, ditangkap di pelabuhan saat akan kabur ke daerah Sumba Barat.

Tak lama setelah ditangkap, Konstantinus, langsung ditetapkan tersangka oleh polisi. Dia akan dibawa ke Polres Manggarai Barat untuk ditahan.



"Status sudah tersangka. Saat ini masih diperiksa di sana, masih berkoordinasi dengan Polres Sumba Barat. Nanti akan ditangani di Manggarai Barat karena locus delicti-nya di sini," kata Kapolres Manggarai Barat AKBP Julisa Kusumawardono saat dihubungi.

Dari tangan pelaku didapatkan sejumlah barang bukti berupa uang tunai hingga paspor. Polisi juga masih memeriksa Konstantinus untuk penyidikan kasus.

"Saya belum bisa pastikan karena perlu proses administrasi dan perlu ada meminta keterangan. Nanti kita lihat," terang Julisa.
(rvk/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed