Bakar 1 Babi Habiskan 90 L Solar
Jumat, 22 Jul 2005 13:27 WIB
Jakarta - Agaknya kebijakan penghematan BBM tidak berlaku untuk memusnahkan babi guna menghambat penyebaran flu burung. Sebab, untuk membakar 1 ekor babi seberat 1,5 kwintal membutuhkan 90 liter solar. "Sedangkan berat induk babi bisa mencapai 2 kwintal lebih," jelas drh Asmi, staf Bagian Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tangerang, saat ditemui detikcom di kantornya, Jl Daan Mogot, Tangerang, Jumat (22/7/2005). Sekadar diketahui, Departemen Pertanian akan memusnahkan 196 ekor babi di Tangerang pada Minggu (24/7/2005). Sebanyak 5 babi di antaranya positif terkena flu burung. Agar tidak meluas, semua babi dimusnahkan.Proses pembakaran babi ini membutuhkan waktu 3 jam. Hasilnya, babi yang dibakar tersebut akan berupa abu.Sebelum dibakar, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) akan membuat lubang. Ukuran lubang tersebut nantinya akan disesuaikan dengan kondisi yang ada. "Yang jelas, permukaan tumpukan terakhir hewan yang dimusnahkan harus berada 2 meter di bawah permukaan tanah," rinci Asmi. Pemicu pembakaran ini akan menggunakan bensin dan solar. Sebenarnya, ada cara selain pembakaran dengan menggunakan lubang di tanah. Yakni dengan menggunakan alat insenerator. Alat ini berukuran 1,5 X 1,5 X 3 meter. Cara kerja pemusnahan hewan yang terkena flu burung tetap sama yakni dengan pembakaran. Pembakaran hingga menjadi abu membutuhkan waktu selama 3 jam. Namun, kapasitas alat ini kecil yakni hanya dapat menampung hewan seberat 1 kwintal. "Jadi, memang lama dan tidak bisa sekaligus," tutur Asmi. Kelebihan insenerator adalah asap yang ditimbulkan tidak sebanyak pembakaran biasa. Sedangkan pembakaran dengan menggunakan lubang, asap yang dihasilkan akan banyak.Sementara, untuk desinfektan atau pensucian hama, Distannak akan menggunakan standar internasional. cairan yang digunakan adalah bahan yang mengandung fenol dan formaldehid, dan kapur.Dasar lubang yang akan digunakan akan diberi kapur terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar kadar keasaman (pH) tanah netral sehingga bakteri tidak bisa tumbuh.Sebelum dimusnahkan, hewan-hewan akan ditidurkan (euthanasia). "Kita tidak mengenal adanya pembunuhan hewan," tutur Asmi. Ia menjelaskan, ada berbagai cara euthanasia. Yakni melalui udara dengan menggunakan CO2, suntikan dan dengan menggunakan elektrik atau disetrum sampai pingsan.
(ton/)











































