DetikNews
Jumat 22 Juni 2018, 22:22 WIB

'Galang Perjuangan' Prabowo: Dipuji PKS, Disoal Pro Jokowi

Marlinda Oktavia - detikNews
Galang Perjuangan Prabowo: Dipuji PKS, Disoal Pro Jokowi Ketum Gerindra Prabowo Subianto. (Foto: 20Detik)
Jakarta - Ketum Gerindra Prabowo Subianto merilis aplikasi @GALANGPERJUANGAN yang diumumkannya lewat akun Facebook-nya. Inisiasi ini pun mendapat pujian dari PKS yang kemudian dipersoalkan partai pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Saya mengajak saudara semuanya bergabung dalam gerakan penggalangan dana rakyat @GalangPerjuangan ini. Kita korbankan sedikit harta kita, harta senilai sebungkus rokok atau dua bungkus mie instant kita. Kita biayai sendiri calon-calon pemimpin kita yang bersih, cerdas dan berintegritas. Kita kalahkan kandidat calon pemimpin yang zalim dan tersandera kepentingan pemodal," kata Prabowo dalam video berdurasi 19 menit seperti dilihat detikcom di akun Facebook Prabowo Subianto, Jumat (22/6/2018).



Menanggapi gerakan yang digagas Prabowo itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera langsung memuji. Mardani menilai, penggalangan seperti itu sudah lumrah sebagai aktivitas sosial-budaya.

"Ide Pak Prabowo kreatif dan juga sangat sesuai dengan generasi milenial, dan ide Pak Prabowo tentang crowdfunding, terobosan kreatif agar politik menjadi milik semua," ujar Mardani saat dihubungi.

Prabowo adalah sosok yang paling berpeluang untuk menantang Jokowi di Pilpres 2019. Prabowo yang sudah dideklarasikan oleh Gerindra jadi capres hanya butuh satu partai lagi sebagai modal politik untuk berkoalisi. Jika PKS sepakat untuk jadi sepaket dengan Gerindra, maka Prabowo benar-benar akan rematch dengan Jokowi.

Setelah modal politik tercapai, tentu saja modal logistik juga harus dipersiapkan. PPP pun menduga aplikasi yang di-launching Prabowo itu untuk menggalang dana Pilpres 2019.

"Ya itu cara mereka fundrising untuk menutupi kebutuhan biaya politik menjelang 2019," kata Wasekjen PPP Achmad Baidowi kepada detikcom.

Awiek, sapaan akrab Baidowi, kemudian membandingkan model penggalangan dana itu dengan apa yang pernah dilakukan relawan Teman Ahok. Anggota Komisi II ini pun mengingatkan soal aturan pendanaan Pilpres 2019.



"Dan banyak publik nggak tahu nasib dari donasi #temanahok. Nah, apakah yang digalang 08 (panggilan Prabowo, red) juga akan mengalami nasib serupa? Tinggal sekarang apakah publik akan tertarik?" ungkap Awiek.

PPP adalah salah satu partai pendukung Jokowi untuk Pilpres 2019. Parpol pendukung Jokowi lainnya pun turut mengkritik aplikasi gagasan Prabowo itu.

"Bagi saya, penggalangan dana politik itu terlalu konvensional. Saya akan mendorong partisipasi nonfinansial untuk memenangkan Pak Jokowi sebagai capres Golkar," kata Wasekjen Partai Golkar Sarmuji kepada detikcom.

Sarmuji juga menilai, Prabowo berupaya meraih dua tujuan dengan aplikasi tersebut. Pertama adalah tujuan mendapat logistik, kemudian yang kedua adalah untuk mencitrakan diri jauh dari pemodal.

Hanura pun menambah kritikan untuk Prabowo. Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir bahkan menyebut Prabowo sedang pura-pura tak punya uang alias bokek.

"Untuk Pilpres 2019, dia pura-pura bokek agar para tauke mau balik lagi membiayai logistiknya," kata Inas kepada detikcom.

Tauke dalam KBBI berarti majikan (yang mempunyai perusahaan dan sebagainya). Menurut Inas, para 'tauke' yang sebelumnya mendukung Prabowo di Pilpres 2014 kini menjauh. Inas menuding Prabowo sedang berupaya menarik hati kembali para tauke itu.

Inas tak menyebut siapa 'tauke' yang dimaksud. Namun beberapa partai politik yang pada 2014 mendukung Prabowo, kini merapat ke Jokowi seperti Golkar dan PPP.

"Tahun 2014 gila-gilaan megah dan meriahnya, yang pastinya dengan anggaran yang sangat super. Dan 2019 akan diulang lagi yang tentunya membutuhkan biaya triliunan, oleh karena itu terpaksa mengemis," ucap Inas.

Waketum Gerindra Ferry Juliantono lantas membantah tudingan Inas soal 'tauke' ini. Menurut Ferry, justru penggalangan dana seperti ini bisa membuat partai lebih modern.

Sementara itu PDIP yang merupakan partai tempat Jokowi bernaung sekadar menyoroti pemakaian kata 'perjuangan' dalam gerakan itu. Kebetulan, PDIP lebih dahulu mengusung jargon 'perjuangan' sejak awal reformasi.

"Tapi namanya asyik ya, 'Perjuangan'. Kenapa sama dengan partai gue, PDIP? Ini apa kalkulasinya ya? Atau merupakan strategi Partai Gerindra pakai branding 'perjuangan'?" ujar Sekretaris Badan Pelatihan dan Pendidikan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari kepada detikcom.

Anggota Badan Komunikasi Gerindra Andre Rosiade kemudian menepis anggapan itu. Menurut Andre, Prabowo bukan bermaksud meniru PDIP.

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani kemudian menjelaskan maksud dari aplikasi @GALANGPERJUANGAN. Muzani mengungkapkan kalau partainya memiliki keterbatasan dana.

"Jujur saja bahwa perjuangan yang besar, perjuangan yang berat, memerlukan dana perjuangan yang besar. Dan kemampuan kami untuk membiayai perjuangan ini terbatas. Sumber dana kami juga terbatas," kata Muzani di Gedung DPR RI.
(bag/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed