DetikNews
Jumat 22 Juni 2018, 21:41 WIB

Ngaku Punya Bukti, Herman Hery-Ronny Saling Pasang Kuda-kuda

Mei Amelia Rahmat, Carlo Venansius Homba - detikNews
Ngaku Punya Bukti, Herman Hery-Ronny Saling Pasang Kuda-kuda Herman Hery yang dilaporkan dengan dugaan penganiayaan (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Anggota DPR Herman Hery dituding melakukan penganiayaan terhadap seorang pria bernama Ronny Yuniarto Kosasih. Namun Herman membantahnya.

Meski dibantah, kubu Ronny tetap maju terus melaporkan Herman. Kubu Herman pun tak mau kalah dengan menyebut memiliki bukti tidak melakukan penganiayaan. Babak baru perseteruan antara Herman dengan Ronny pun dimulai.


Awal perseteruan keduanya terjadi pada Minggu, 10 Juni ketika Ronny ditilang polisi di Jalan Arteri Pondok Indah karena masuk ke jalur bus TransJakarta atau busway. Saat sedang ditilang, Ronny tiba-tiba dikeroyok sejumlah orang dari arah mobil Rolls-Royce yang berada di belakang mobilnya saat itu.

Dia menduga salah satu pelaku yang mengeroyoknya adalah Herman, berdasarkan penelusurannya dari identitas mobil Rolls-Royce. Keributan terjadi ketika Ronny bertanya kepada polisi yang menilangnya soal mengapa polisi tidak menilang mobil Rolls-Royce yang juga masuk busway.

Tak terima Ronny pun melaporkan peristiwa itu ke polisi. Dia juga mengaku telah divisum di RS Pusat Pertamina. "Visumnya sudah waktu tanggal 10 (Juni) malam itu langsung ditemani oleh salah satu anggota kepolisian juga dari Polres (Jaksel)," kata Febby Sagita selaku pengacara Ronny.


Menurut Febby, terdapat luka-luka di bagian tangan Ronny. Selain itu, ada pula luka lebam di bagian wajah.

"Kalau luka yang paling fatal itu kalau nggak salah patah atau retak, nanti berdasarkan visum, tangan korban saat ini di-gips. Ada pukulan lebam-lebam di muka. Lalu ada di bagian tangan juga ada. Di tangan istrinya juga ada. Termasuk di bagian kaki dan dekat rahang. Itu tadi yang kita perlihatkan," imbuh Febby.

Namun semua tudingan itu dimentahkan pengacara Herman, Petrus Salestinus. Dia bahkan berniat melaporkan balik Ronny.


"Mungkin Senin laporan akan dilakukan," tutur Petrus.

"Bahwa dia sudah visum ya silakan saja. Tapi kami punya bukti bang Herman Hery tidak melakukan apa yang dituduhkan itu. Silakan dia yang buktikan dulu. Dia kan yang melapor awal. Kami dalam posisi siap untuk membuktikan bahwa tidak ada apa itu pemukulan oleh Bang Herman Hery," kata Petrus.

Febby kembali menimpali. Dia mengaku sedang mengumpulkan bukti lain terlepas dari visum yang telah dilakukan.

"Kita sedang kumpulkan semua bukti pendukung. Setidaknya kan kalau dia mengakui itu adiknya bahwa mobil itu benar ada keterkaitannya dengan dia," kata Febby.

Namun terlepas dari saling serang antarkedua belah pihak itu, mobil Rolls-Royce berpelat nomor polisi B-88-NTT yang disebut berada di lokasi kejadian benar merupakan milik Herman. "Mobil itu betul punya Pak HH (Herman Hery). Pak HH itu punya mobil mewah semua. Tapi kalau mereka menyimpulkan itu pelakunya adalah Pak HH, itu tidak benar," kata Petrus.


Dia mengatakan mobil itu tidak selalu digunakan oleh anggota DPR dari Fraksi PDIP tersebut. Mobil itu terkadang dipakai oleh keluarga Herman.

"Biasanya dipakai oleh keluarganya, kakaknya, adiknya juga," imbuh Petrus.

Di sisi lain, polisi masih menyelidiki kasus dugaan penganiayaan itu. Polisi akan mengecek CCTV di sekitar lokasi untuk mencari petunjuk.

"Ya itu nanti kita cek dulu CCTV yang mengarah ke situ," kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar kepada wartawan.
(dhn/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed