Gubernur Bali Ambruk Saat Peringati Hari Anak
Jumat, 22 Jul 2005 11:37 WIB
Denpasar -
Peringatan Hari Anak Nasional di Art Center, Jl Nusa Indah, Denpasar, berlangsung meriah, Jumat (22/7/2005). Lima ratusan anak-anak mengikuti acara itu dengan antusias. Tapi tiba-tiba saja brukkk....Gubernur Dewa Made Brata ambruk.Sekonyong-konyong acara yang diikuti seribuan orang itu pun heboh. Ada apa Pak Gubernur? begitu pertanyaan di benak hadirin, termasuk anak-anak.Insiden itu terjadi beberapa saat setelah Gubernur berdialog dengan anak-anak. Acara ini dimulai sekitar pukul 09.00 Wita. Gubernur memberikan pidato lalu dilanjutkan berdialog dengan anak-anak.Setelah 30 menit, acara dialog diakhiri. Gubernur lalu turun tangga. Tapi baru tangga pertama yang dijejaknya, bruukkk... Gubernur yang taat bersembahyang ini jatuh terduduk.Melihat insiden ini, semua peserta Hari Anak Nasional panik. Ada yang berteriak-teriak dan ada yang berebutan menolong Gubernur. Gubernur lantas dilarikan ke RSUP Sanglah dengan ambulans sekitar pukul 10.00 Wita.Di RS Sanglah, Gubernur diinfus, darah dan jantungnya diperiksa. I Ketut Rina, dokter yang menangani Gubernur menyatakan, Gubernur saat ini sudah dalam kondisi normal. Tekanan dan gula darah normal. Tapi belum bisa dipastikan kapan Gubernur diizinkan pulang."Kita bersama tim dokter akan melakukan observasi lanjutan dan pembahasan bersama sebelum mengambil keputusan dan langkah-langlah selanjutnya," kata dr Rina.Humas Pemprov Bali Anak Agung Gede Bagus Netra menyatakan, sebelum menghadiri acara tersebut, Gubernur tampak sehat. "Bahkan beliau sempat bersenda gurau dengan saya di lobi kantor gubernur," katanya.Netra menuturkan, jadwal Gubernur dalam 2 hari terakhir ini memang sangat padat. Misalnya mempersiapkan pelantikan para bupati terpilih, mendampingi Presiden SBY membuka dialog antaragama di Nusa Dua. Lalu malam hingga Jumat dini hari sembahyang di rumah jabatan."Pukul 08.00 Wita tadi Gubernur menerima duta besar RI untuk Malaysia di kantornya. Beliau tidak pernah mengeluh sakit pada saya. Bahkan sebelum berangkat kita sempat bercanda, ketawa-ketawa," cerita Netra.
(nrl/)










































