DetikNews
2018/06/22 13:57:28 WIB

Tak Sekadar Legenda, Ikan Mas Danau Toba Bisa Berukuran 'Raksasa'

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Halaman 1 dari 2
Tak Sekadar Legenda, Ikan Mas Danau Toba Bisa Berukuran Raksasa Foto: Danau Toba yang cantik (Afif/detikTravel)
Jakarta - Ada ikan mas dalam legenda atau cerita rakyat tentang Danau Toba, Sumatera Utara. Tapi soal ukuran ikan mas Danau Toba yang besar, rupanya bukan sekadar legenda.

"Memang bisa (berukuran besar) sih. Tidak hanya di Danau Toba, di Danau Matano di Sulsel juga ada ikan mas yang berukuran besar," kata peneliti limnologi LIPI Prof Gadis Sri Haryani saat berbincang dengan detikcom, Jumat (22/6/2018).



Ikan mas (cyprinus carpio) tersebut bukanlah fauna endemik di Danau Toba. Ikan mas manapun bisa berpotensi tumbuh jadi besar atau bahkan berukuran 'raksasa'.

"Itu karena ruang hidupnya cukup luas, seperti di Danau Toba. Kalau Danau Toba kedalamannya 508 meter, Danau Matano 529 meter. Dengan ruang hidup luas dan makanan tersedia cukup banyak, bisa tumbuh dengan baik," papar Prof Gadis.

Tak Sekadar Legenda, Ikan Mas Danau Toba Bisa Berukuran 'Raksasa'Foto: Ikan mas besar yang ditangkap di Danau Toba (FB/Martha Naenggolan)


Namun tak semua ikan mas di Danau Toba berukuran besar. Menurut Prof Gadis, bisa dibilang dari 10 ikan mas hanya ada 1 yang berukuran besar. Tentu saja perlu penelitian lebih lanjut guna mendapatkan angka pasti soal perbandingan jumlah ikan mas 'raksasa' dengan yang berukuran normal.

Mengenai maksimal panjang dan beratnya, Gadis belum bisa menyebutkan angka pastinya. Dia memperkirakan bobot maksimal ikan mas sekitar 10 kilogram.

"(Maksimal panjangnya) tidak sampai 1 meter, tapi bisa lebih dari 50 cm," sebut Prof Gadis.

Bukan Ikan Mas, Ini Ikan Asli dari Danau Toba

Rupanya ikan mas bukanlah fauna endemik asli Danau Toba. Adalah ihan Batak (neolissochilus) yang sebetulnya 'tuan rumah' di Danau Toba.

"Sekarang sudah jarang ditemukan, (bentuknya) seperti ikan mas biasa, cuma memang dia perlu karakteristik habitat yang baik. Dengan adanya pencemaran limbah penduduk, itu tentu mengganggu habitatnya," ujar Prof Gadis.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed