Yahya Staquf Bicara soal Kunjungan ke Israel yang Dihujani Kritik

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Jumat, 22 Jun 2018 11:55 WIB
Yahya Cholil Staquf bertemu PM Israel Benjamin Netanyahu (Twitter Benjamin Netanyahu)
Jakarta - Katib Aam Nahdlatul Ulama (NU) Yahya Cholil Staquf akhirnya menjawab kritik atas kunjungannya ke Israel. Gus Yahya, sapaannya, mengaku sedang melakukan upaya memperkuat gerakan perdamaian.

"Upaya saya ini mengajak atau memperkuat gerakan perdamaian di tingkat akar rumput di masyarakat menjadi konsensus sosial. Semua orang mau perdamaian," kata Gus Yahya dalam wawancara dengan stasiun televisi CNN Indonesia di Rembang, Jawa Tengah, yang tayang pada Kamis (21/6/2018).



Saat jadi pembicara dalam forum American Jewish Committee (AJC) di Israel, Gus Yahya bicara soal jalan 'rahmah' atau kasih sayang. Dia mengajak dunia memilih jalan tersebut.

"Kalau ini menjadi konsensus sosial, aspirasi fundamental dari seluruh masyarakat, maka kita harapkan ini akan menjadi penentu dari perilaku pemerintahnya dalam pergaulan internasional," tutur Gus Yahya.

Gus Yahya juga bicara dalam sesi lain dengan jumlah peserta yang lebih sedikit. Menurut dia, dalam kunjungannya ke Israel itu, intinya adalah mengajak orang mengubah pola pikir.

"Saya juga katakan kepada teman-teman Yahudi di sana bahwa bukan hanya mindset umat Islam yang harus berubah, mindset Yahudi harus berubah, mindset pemerintah Israel juga harus berubah. Kalau tidak berubah, tidak akan ada gunanya," tutur dia.



Anggota Wantimpres ini mengaku sudah tahu risiko kedatangannya ke Israel. Terutama soal kritik yang dikaitkan dengan jabatannya di pemerintah.

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga telah menegaskan kunjungan Yahya adalah urusan pribadi yang tak ada kaitannya dengan pemerintah. Rais Aam NU KH Ma'ruf Amin pun menyatakan tak mendukung sikap Gus Yahya.

"Orang Yahudi harus mengembangkan wawasan bahwa bukan lagi memandang dirinya sebagai bangsa paling mulia di antara umat manusia supaya tidak menimbulkan permusuhan," pungkas Gus Yahya dalam wawancara tersebut.


(bag/fjp)