DetikNews
Jumat 22 Juni 2018, 08:21 WIB

Korban Tuduhan Penganiayaan Herman Hery Sudah Visum Ditemani Polisi

Tsarina Maharani - detikNews
Korban Tuduhan Penganiayaan Herman Hery Sudah Visum Ditemani Polisi Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Polres Metro Jakarta Selatan menunggu hasil visum Ronny Yuniarto Kosasih terkait laporan tuduhan penganiayaan yang dilakukan anggota DPR Herman Hery. Febby Sagita selaku kuasa hukum Ronny menyebut kliennya telah melakukan visum di RS Pusat Pertamina sesaat setelah peristiwa penganiayaan itu terjadi.

"Visumnya sudah waktu tanggal 10 (10/6) malam itu langsung ditemani oleh salah satu anggota kepolisian juga dari Polres (Jaksel)," ujar Febby kepada detikcom, Kamis (21/6/2018).

Menurut dia, seharusnya tak perlu waktu lama lagi bagi kepolisian untuk menerima hasil visum tersebut. Febby mengatakan, proses penerimaan hasil visum hanya tinggal menunggu penyelesaian administrasi yang sempat tertunda lantaran Hari Raya Idul Fitri.

"Harusnya sudah tidak susah. Mungkin cuma kendala administratif, karena kemarin mereka sibuk dengan pengawasan sebelum Lebaran. Ya kita cukup maklumi kalau mereka belum follow up," sebutnya.


Dia menjelaskan, kliennya mendapatkan luka cukup parah di bagian tangan. Selain itu, juga terdapat luka lebam di bagian wajah.

"Kalau luka yang paling fatal itu kalau nggak salah patah atau retak, nanti berdasarkan visum, tangan korban saat ini di-gips," jelas Febby.

"Ada pukulan lebam-lebam di muka. Lalu ada di bagian tangan juga ada. Di tangan istrinya juga ada. Termasuk di bagian kaki dan dekat rahang. Itu tadi yang kita perlihatkan," imbuh dia.

Polres Metro Jakarta Selatan telah menerima laporan Ronny Yuniarto Kosasih yang melaporkan anggota DPR Herman Hery terkait dugaan penganiayaan. Polisi saat ini masih menunggu hasil visum korban.

"Proses sedang berjalan dan ada permintaan visum ke rumah sakit, itu prosesnya kan 2 minggu. Nah kita sedang menunggu hasil visumnya ini dulu," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar saat dimintai konfirmasi, Kamis (21/6).


Sebelumnya, Herman dilaporkan Ronny atas dugaan pengeroyokan. Kasus tersebut dipicu masalah lalu lintas.

Febby Sagita selaku kuasa hukum Ronny mengatakan peristiwa tersebut terjadi di Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan pada Minggu, 10 Juni 2018. Saat itu mobil yang dikendarai Ronny berisikan istri dan anak-anaknya masuk jalur Transjakarta hingga akhirnya ditilang polisi.

"Jadi memang terjadi pengeroyokan awalnya korban itu ada di dalam (jalur) busway kemudian ditilang. Di belakang mobil korban itu adalah mobil terduga pelaku Pak Herman Hery ya dengan mobil Rolls Royce Phantom B 88 NTT," ucap Febby.

Pengacara Herman Hery, Petrus Selestinus angkat bicara. Petrus membantah ada peristiwa penganiayaan terhadap Ronny Yulianto Kosasih.


Dia menyatakan apa yang disampaikan pihak Ronny merupakan pembunuhan karakter. Pihaknya pun berencana akan melaporkan balik Ronny.

"Oleh karena itu, Herman Hery akan menggunakan segala haknya untuk membela diri melalui upaya hukum yang tersedia, yaitu melaporkan Saudara Ronny Kosasih Yuliarto (Ronny Yuniarto Kosasih, red) yang telah memfitnah Herman Hery sebagai pihak yang disebut-sebut sebagai pelaku penganiayaan," kata Petrus dalam keterangan tertulisnya.
(tsa/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed