DetikNews
Kamis 21 Juni 2018, 16:25 WIB

Hanura ke Fadli Zon: Lihat soal Mudik Jangan Pakai Kacamata Kuda

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Hanura ke Fadli Zon: Lihat soal Mudik Jangan Pakai Kacamata Kuda Inas Nasrullah Zubir (Foto: dok. pribadi)
Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) gagal mengatasi persoalan mudik tahun 2018 ini. Partai pendukung pemerintah, Hanura, meminta Fadli tidak melihat persoalan mudik dengan kacamata kuda.

"Melihat persoalan mudik jangan pakai kacamata kuda karena itu Fadli Zon perlu periksa mata lagi," kata Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir kepada detikcom, Kamis (21/6/2018).

Inas menyebut pelaksanaan mudik tahun ini jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Arus mudik Lebaran tahun ini, menurutnya, relatif lebih lancar.


"Karena ruas tol yang sudah dapat difungsikan lebih banyak, sedangkan pada arus balik terjadi bottleneck di Cikampek, di mana terjadi hampir setiap tahun," ujarnya.

Inas mengatakan pemerintah selama ini telah bekerja keras untuk terus memperbaiki serta membangun bangsa dan negara Indonesia. Seharusnya, semua pihak mengapresiasi pencapaian-pencapaian pemerintah, bukan hanya memberi kritik yang tidak objektif.

"Membenahi negeri ini bukan pakai mulut, tapi dengan kerja keras, jadi tidak ada artinya ngoceh-ngoceh tapi tidak direalisasi dalam bentuk aturan yang sebenarnya bisa dikerjakan di Senayan. Bukankah Fadli Zon salah satu pimpinan?" tutur Inas.

Sebelumnya, Fadli Zon menyatakan mudik 2018 diwarnai kemacetan parah. Ini, menurutnya, adalah tanda kegagalan pemerintahan Presiden Jokowi mengatasi persoalan mudik Lebaran.

"Kemacetan parah juga menandakan kegagalan pemerintah memprediksi puncak kemacetan," kata Fadli Zon dalam keterangan pers tertulis, Kamis (21/6).


Wakil Ketua Partai Gerindra ini menyatakan pemerintah gagal memprediksi arus puncak mudik dan arus balik. Ditambah lagi, pemerintah dinilai tak tegas memutuskan cuti bersama Lebaran. Karena itu, sejumlah perusahaan swasta terpaksa menggeser libur Lebaran untuk karyawan mereka.

Pemerintah juga dinilainya terlalu menggembar-gemborkan pembangunan jalan tol. Ternyata, kata Fadli, jalan tol bukan solusi kemacetan mudik.

"Klaim keberhasilan terlalu dini yang digembar-gemborkan di media ternyata tak sesuai realita. Ini menunjukkan pembangunan sejumlah ruas tol baru yang selalu dibanggakan pemerintah bukan solusi akhir. Pembangunan infrastruktur jalan bagus-bagus saja, tapi belum tentu dapat atasi kemacetan," tuturnya.
(elz/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed