DetikNews
Kamis 21 Juni 2018, 14:16 WIB

3 Tragedi Maut di Danau Toba dalam 5 Tahun Terakhir

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
3 Tragedi Maut di Danau Toba dalam 5 Tahun Terakhir Tim SAR melakukan pencarian korban di Danau Toba. Foto: ANTARA FOTO
FOKUS BERITA: Tragedi Danau Toba
Jakarta - KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara. Ratusan korban masih dinyatakan hilang.

"Total penumpang yang berhasil ditemukan sebanyak 21 orang dengan rincian 18 selamat, sementara 3 meninggal dunia. Tercatat 192 penumpang yang dinyatakan hilang dalam peristiwa tenggelamnya KM Sinar Bangun," kata Kepala Kantor SAR Medan Budiawan kepada wartawan di posko Tigaras, Dolok Pardamean, Simalungun, Kamis (21/6/2018).



Rupanya dalam 5 tahun terakhir ada sederet kecelakaan yang terjadi di Danau Toba. Menurut catatan detikcom, setidaknya ada 3 peristiwa kecelakaan menonjol yang terjadi di Danau Toba dalam 5 tahun terakhir.

Berikut ketiga tragedi di Danau Toba dalam 5 tahun terakhir:

1. Kapal Ferry Tabrakan Tahun 2013

Sebuah kapal Ferry Tao Toba I bertabrakan dengan kapal pariwisata KM Yola di tahun 2013. Empat orang hilang dalam peristiwa ini.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 8 September 2013 pukul 10.30 WIB. Peristiwa bermula saat KM Yola yang membawa 85 penumpang ditabrak oleh kapal Ferry Tao Toba I di perairan Danau Toba, Sumatera Utara.

Saat ditabrak, belasan penumpang kapal motor melompat ke danau karena ketakutan. Meski tidak sampai terbalik, kapal sempat oleng.

Tim SAR dan Satpol Air mengumumkan ada 4 orang yang hilang dalam peristiwa tersebut. Nama korban hilang yang didapat dari Basarnas Provinsi Sumut adalah Uji (23) warga Medan, Sandi (20) Medan Marelan, Susiono (30) warga Tanjung Morawa, Kujang (28) warga Lubuk Pakam Deli Serdang.

Rupanya KM Yola yang ditabrak tersebut membawa penumpang melebihi kapasitas. Seharusnya kapal tersebut hanya mampu mengangkut 55 penumpang.

Setelah kejadian, Satuan Polisi Perairan (Satpol Air) mengamankan nakhoda kapal Ferry Tao Toba I Jeremi Manurung (64) dan nakhoda KM Yola Sandi Manurung (23) di Polsek Ambarita untuk dimintai keterangan.

2. Helikopter Sewaan Hilang Kontak dan Tenggelam Tahun 2015

Helikopter sewaan atau carter-an hilang kontak beberapa saat sebelum mendarat di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Belakangan diketahui helikopter tersebut hilang di Danau Toba.

Helikopter EC 130 milik PT Penerbangan Angkasa Semesta yang terbang dari Siparhaman (pantai barat Danau Toba) menuju Bandara Kualanamu via Pematang Siantar hilang kontak. Helikopter carteran itu hilang kontak 3 menit sebelum jadwal pendaratan di Bandara Kualanamu pada Minggu, 11 Oktober 2015.



Helikopter berangkat dari Siparhaman pukul 11.33 WIB dan dijadwalkan tiba di bandara Kualanamu pukul 12.23 WIB. Heli dengan registrasi PK BKA berisi bahan bakar yang mampu digunakan untuk terbang selama 2 jam 50 menit.

SAR kemudian melakukan penyisiran di Danau Toba dan Pulau Samosir. Seorang pilot bernama Capt Teguh Mulyatno, teknisi bernama Hari Poerwantono, serta 3 penumpang yakni Nurhayanto, Giyanto, dan Fransiskus ada dalam helikopter tersebut.

Sehari kemudian, polisi menyebut sinyal ponsel awak heli terdeteksi di Pulau Samosir. Warga juga menemukan jok heli di pulau tersebut.

Selasa, 13 Oktober 2015, seorang penumpang heli yang hilang itu ditemukan di Danau Toba. Pria tersebut pingsan dan mengapung saat ditemukan di siang hari.

Pria tersebut bernama Fransiskus Subihardayan (22). Dia berasal dari Sleman dan terbang bersama pamannya, Nurharyanto (46). Fransiskus terapung di antara tanaman eceng gondok. Setelah sadar, Frans pun bercerita.

Frans mengaku tidak ingat posisi terakhir helikopter. Yang jelas, berdasarkan Google Maps, heli terbang di kawasan sekitar Danau Toba, tepatnya di atas Silangit. Sebelah kiri jalur heli merupakan Pulau Samosir.

"Saya nggak ngerti take off-nya ke arah mana. Ada kolam renang, helipad, dan perbukitan bertulisankan sea house," kata Frans.

Frans sempat menyarankan ke pilot agar kembali ke homebase. Karena dengan visibility di bawah 2.000 meter, heli akan kesulitan sampai Kualanamu. Heli berputar untuk mengurangi asap.

"Kapten meminta kami pegangan. Dia tidak memperhatikan altitude (ketinggian). Kami sudah berada di 1.500 meter," kata Frans yang bekerja di perusahaan penerbangan tersebut. Frans kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Medan.

Setelah kembali ke Kalasan, Sleman, Yogyakarta, Frans kembali bercerita soal peristiwa tersebut. Dia bercerita tentang kemunculan asap tebal yang membuat helikopter berbelok ke kiri 2 kali. Saat belokan kedua, helikopter jatuh. Namun semua penumpang, kata Frans, berhasil turun.

3. Tenggelamnya KM Sinar Bangun saat Libur Lebaran 2018

Kapal Motor (KM) Sinar Bangun tenggelam di perairan Danau Toba, Sumatera Utara. Hingga kini proses pencarian korban masih dilakukan.

KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba pada saat libur lebaran, Senin (18/6/2018) pukul 17.15 WIB. Lokasi tenggelamnya kapal diperkirakan sekitar 1 mil dari Pelabuhan Tigaras.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih melakukan penyelidikan terkait dugaan penyebab tenggelamnya KM Sinar Bangun. Sementara itu polisi menduga, kapal tersebut kelebihan muatan karena seharusnya hanya mampu mengangkut 43 orang. Padahal orang yang dilaporkan hilang oleh warga jumlahnya mencapai ratusan jiwa.

Di Posko Tigaras dilaporkan ada 94 orang yang hilang, di Posko Simanindo dilaporkan ada 189 orang, sedangkan di Posko Tombor Simbolon disebutkan ada 166 orang. Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub mendapat laporan ada 140 orang yang hilang. Data penumpang masih simpang siur lantaran kapal tersebut tak memiliki manifes.

Hingga Rabu (20/6), ada 18 orang yang ditemukan selamat dan 3 orang lainnya ditemukan tewas. Sejauh ini ada 5 tim yang dibentuk untuk melakukan pencarian.

Presiden Jokowi dalam pernyataannya di Istana Bogor, kemarin, menegaskan agar peristiwa serupa tak terulang. Pemerintah, kata Jokowi, akan memberikan santunan kepada korban jiwa dan juga bantuan perawatan bagi korban selamat.

"Terhadap korban yang hilang, saya minta Basarnas, TNI, Polri, BNPB secepatnya segera menemukan dan menyelamatkan korban," kata Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (20/6).

Polisi telah mengamankan nakhoda kapal tersebut. Nakhoda berinisial SS itu masih belum diperiksa polisi karena dalam keadaan trauma.



Simak juga video: 'Menhub Minta Pengelola Pelabuhan Tingkatkan Safety'

[Gambas:Video 20detik]


(bag/fjp)
FOKUS BERITA: Tragedi Danau Toba
Baca Juga
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed