Jumlah Warga Miskin di Sumut Mencapai 1,8 Juta Jiwa
Jumat, 22 Jul 2005 01:37 WIB
Medan -
Sedikitnya 1.867.089 jiwa atau 15,49 persen dari 12.061.632 jiwa warga Sumut, hingga pertengahan tahun 2005 ini, masih hidup dalam kemiskinan. Dari persentase jumlah warganya, Kabupaten Nias Selatan tercatat paling banyak, yakni 92 persen dari 278.722 jiwa. "Jumlah warga miskin di Sumut ini terus kita upayakan pengurangannya. Paling tidak, per tahunnya kita upayakan pengurangan sebesar satu persen," ucap Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemmas) Sumut Hakimil Nasution kepada wartawan di Medan, Kamis (21/7/2005). Dikatakan Hakimil, dari jumlah 1,8 juta jiwa lebih warga miskin di Sumut itu, tingkat penyebaran di 18 kabupaten sebesar 29,62 persen dan di tujuh kota sebesar 13,03 persen. Kabupatan Nias Selatan yang berada di peringkat pertama, daerah dengan warga miskin kedua terbanyak diduduki Kabupaten Humbang Hasundutan. Kemudian disusul Kabupaten Toba Samosir, Dairi, Pakpak Bharat, Samosir, Tanjung Balai, Nias, Serdang Bedagai dan Kota Medan yang merupakan ibukota Sumatera Utara berada pada peringkat kesepuluh.Kemudian, Tapanuli Tengah, Pematang Siantar, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Tebing Tinggi, Deli Serdang, Madina, Simalungun, Binjai, Labuhanbatu, Langkat, Padang Sidempuan, Sibolga, Karo dan Kabupaten Asahan pada peringkat ke-25. "Dari daftar peringkat daerah dengan warga termiskin itu, Kabupaten Asahan berada di posisi paling akhir. Namun, hal ini bukan menjadi acuan, karena ada pula sejumlah daerah yang malu untuk mengakui bahwa masih banyak warganya yang hidup dalam kemiskinan," kata Hakimil. Disebutkan Hakimil, upaya untuk melakukan pengurangan jumlah warga miskin dengan tingkat persentase satu persen per tahun itu, salah satunya ditempuh melalui Program Pengembangan Kecamatan (PPK), yang menetapkan tiap kecamatan diberikan dana hibah antara Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar selama tiga tahun. Dana hibah yang selanjutnya dikucurkan ke desa itu hanya bisa diperoleh melalui cara kompetisi. Setidaknya, keyakinan Hakimil bahwa program ini mampu mengurangai angka penduduk miskin mulai menampakan hasil. Tahun 2004 silam misalnya. Jumlah warga miskin di Provinsi Sumut tercatat 1.889.400 jiwa 15,89 persen. Pada tahun 2005 ini, jumlah tersebut berkurang sebesar 0,4 persen, yakni menjadi 1.867.089 jiwa 15,49 persen atau terjadi pengurangan jumlah warga miskin sebanyak 22.311 jiwa. Dijelaskan Hakimil, PPK yang telah dilangsungkan sejak tahun 1998 itu, hingga pertengahan tahun 2005 ini telah dijalankan di 3.105 desa dari target 5.512 desa di 18 kabupaten dan tujuh kota yang seluruhnya dilakukan dalam tiga fase.
(san/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































