Ribuan Orang Segel Kantor KPUD Semarang
Kamis, 21 Jul 2005 18:50 WIB
Semarang - Tak ingin pilkada digelar 30 Juli 2005, ribuan orang mendatangi kantor KPUD Semarang di Jalan Ahmad Yani, Ungaran, Semarang, Kamis (21/7/2005). Selain melakukan aksi massa, mereka secara simbolis menyegel kantor KPUD dengan cara menutup papan nama kantor KPUD Semarang dengan karung bertuliskan 'Disegel'.Selain menutup papan nama, massa juga merobohkan baliho bergambar 5 pasang calon bupati. Tindakan massa ini sempat menimbulkan ketegangan dengan aparat kepolisian. Namun, akhirnya polisi mengalah untuk menghindari terjadinya bentrokan.Setelah berhasil merobohkan baliho, sebagian massa menuju kantor DPRD, sebagian lainnya menjaga kantor KPUD. Di kantor KPUD, sejumlah perwakilan massa berdialog dengan anggota KPU Abdullah Faqih. Perwakilan massa ngotot agar pilkada ditunda, namun Abdullah Faqih tak mau memberikan jawaban apa-apa.Massa mengancam akan melakukan aksi 10 hari penuh jika pilkada tetap dilaksanakan tanggal 30 Juli mendatang. Menurut mereka, banyak tahapan pilkada yang tidak diikuti semestinya. Misalnya pengusutan ijazah paslu salah satu calon wakil bupati Siti Ambar Fatonah dan soal pengusutan dugaan kasus korupsi mantan bupati yang kini mencalonkan lagi, yakni Bambang Guritno.
(jon/)











































