DetikNews
Rabu 20 Juni 2018, 14:55 WIB

Demokrat: Jangan Anggap Kritik Prabowo sebagai Serangan

Elza Astari Retaduari - detikNews
Demokrat: Jangan Anggap Kritik Prabowo sebagai Serangan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (Facebook Prabowo Subianto)
Jakarta - Partai Demokrat (PD) meminta pemerintah tak perlu reaktif atas kritik Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Kritik-kritik Gerindra disebut wajar sebagai pihak oposisi (non-pendukung pemerintah).

"Kami berpendapat bahwa kritik yang disampaikan oleh Prabowo kepada pemerintah adalah sah dalam posisinya sebagai warga negara. Apa yang disampaikan oleh Prabowo ya wajar saja sebagai partai yang berada di luar pemerintahan atau yang sering disebut sebagai oposisi," ujar Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, Rabu (20/6/2018).


Ferdinand menilai tak ada yang salah dalam kritik-kritik Prabowo, khususnya mengenai kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo. Dia menyebut Demokrat juga melakukan langkah serupa.

"Prabowo tentu dalam politik boleh menggalang opini dan mengajukan kritik kepada yang sedang berkuasa karena memang oposisi ya sepatutnya harus bersuara atau tidak boleh diam. Suarakan yang benar, lawan yang tidak benar, lanjutkan yang baik, perbaiki yang belum atau tidak baik!" ucap Ferdinand.


"Itu jugalah yang sekarang kami lakukan, bahkan dengan hashtag #JanganDiam," imbuh dia.

Pemerintah diharapkan tak perlu menyerang balik kritik atau tudingan yang disampaikan Prabowo. Pemerintah diminta menjawab kritik-kritik tersebut lewat data.

"Pemerintah tidak perlu merespons kritik Prabowo dengan menyerang balik, justru pemerintah punya hak untuk menjawab dan menjelaskan ke publik terkait kritik tersebut, benar atau tidak didukung dengan data-data. Dengan demikian, publik yang akan menilai siapa yang benar siapa yang salah. Janganlah kita ini anggap kritik sebagai serangan, anggaplah itu sebagai nasihat," papar Ferdinand.

Dia meyakini Prabowo tak asal bicara soal kritik yang disampaikan dengan video pidato di Facebook itu. Ferdinand berharap Prabowo dan pemerintah bisa adu data.

Demokrat: Jangan Anggap Kritik Prabowo sebagai SeranganFerdinand Hutahaean (Yulida Medistiara/detikcom)

"Sementara itu, terkait substansi kritik yang disampaikan oleh Prabowo, mungkin saja beliau punya data. Monggo silakan pemerintah dan Prabowo adu data. Biar kami Demokrat bantu-bantu rakyat dulu," tuturnya.

Prabowo melontarkan sejumlah kritik kepada pemerintah. Dri sistem ekonomi yang menyimpang, kekayaan alam dijajah asing, hingga melemahnya TNI. Eks Danjen Kopassus ini juga menyebut ada pihak yang memiliki kekuatan merasa bisa mengatur dinamika politik, termasuk siapa yang menjadi presiden.

"Sekarang saat-saat yang kritis, ada kekuatan-kekuatan yang punya uang merasa bisa menentukan siapa yang akan jadi bupati, wali kota, gubernur, bahkan Presiden Republik Indonesia yang akan datang," kata Prabowo dalam pidatonya.
(elz/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed