DetikNews
Rabu 20 Juni 2018, 10:54 WIB

Sosok Raja Louis XIV yang Disamakan Demokrat dengan Jokowi

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Sosok Raja Louis XIV yang Disamakan Demokrat dengan Jokowi Raja Louis XIV tahun 1661 (Wikimedia Commons)
Jakarta - Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nasidik menyebut Presiden Jokowi mirip Raja Louis XIV dari Prancis. Jokowi dianggap sedang membangun 'negara polisi' demi tujuan politik.

"Presiden Jokowi seperti menganggap dirinya Louis XIV yang meyakini 'negara adalah saya' (l'etat, c'est moi). Atau sekurangnya, membuat negara ini menjadi negara yang melayani kepentingannya sendiri (a state for its own), bukan lagi melayani kepentingan rakyat seperti seharusnya," kata Rachland dalam keterangan tertulis, Selasa (19/6/2018).

Raja Louis XIV memerintah selama 72 tahun. Ini adalah periode pemerintahan terpanjang selama Prancis masih menganut monarki.

Nama lahir Raja Louis XIV adalah Bourbon. Dia menggantikan ayahnya, Raja Louis XIII, saat masih berusia hampir 5 tahun pada 1643.

Dikutip dari BBC, masa kecil Louis XIV dipenuhi drama pemberontakan terhadap ibunya, Anne, dari Spanyol (Anna von Spanien), dan perdana menteri sekaligus tutornya yang bernama Cardinal Mazarin. Pemberontakan ini dikenal dengan nama 'Fronde' di Paris. Sejak saat itulah dia amat takut pada pemberontakan.

Sosok Raja Louis XIV yang Disamakan Demokrat dengan JokowiLukisan Raja Louis XIV tahun 1643 oleh Claude Deruet (Wikimedia Commons)


Pada 1661, Mazarin meninggal dunia. Louis XIV, yang berusia 23 tahun, pun memerintah Prancis sepenuhnya. Dia langsung memindahkan pusat pemerintahan dari Paris ke Versailles pada 1661-1689.

Louis XIV dikenal dengan gaya pemerintahan yang absolutisme. Dia menobatkan diri sebagai 'King Sun' atau Raja Matahari.

Pemerintahan Monarki yang Absolut

Raja Louis XIV mengidentikkan dirinya sebagai representasi Tuhan. Dia menganggap perintahnya berasal langsung dari Tuhan.

Dikutip dari situs chateauversailles.fr, Louis XIV bersumpah untuk mempertahankan keyakinan Katolik. Dia pun pernah memerintahkan persekusi terhadap penganut Kristen Protestan. Para penganut Protestan diminta berpindah agama.

Dari segi pemerintahan, Louis XIV membentuk 'kantor' yang absolut di Versailles. Pemerintahan Prancis tersentralisasi di Versailles saat itu.

Louis menerapkan etiket ketat dalam pengadilan dan seperangkat aturan yang mewajibkan para bangsawan mematuhinya. Dengan dibantu menterinya yang bernama Jean-Baptiste Colbert, dia mengawasi reorganisasi finansial dan keuangan dari wilayahnya serta mendirikan manufaktur guna menggenjot perdagangan.

Selama pemerintahannya, Prancis terlibat sejumlah peperangan. Salah satunya perang Prancis dengan Belanda pada 1667-1668. Pada perang yang kedua, Prancis kalah oleh Belanda, yang saat itu dipimpin William of Orange. Meski kalah, Prancis menambah wilayah teritorial yang signifikan.

Raja Louis XIV meninggal dunia dalam usia 76 tahun, pada 1 September 1715. Dia meninggal setelah jatuh sakit selama sepekan. Raja Louis XIV digantikan Louis XV setelah itu. Louis XV merupakan cucu buyutnya karena putra sulung dan cucunya sudah lebih dulu meninggal dunia.



Tonton juga 'Prabowo: Sistem Negara Indonesia Sudah Menyimpang':

[Gambas:Video 20detik]


(bag/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed