DetikNews
Rabu 20 Juni 2018, 07:49 WIB

Disebut Ngigau soal Pj Gubernur Era SBY, Ngabalin: Dokumennya Ada

Audrey Santoso - detikNews
Disebut Ngigau soal Pj Gubernur Era SBY, Ngabalin: Dokumennya Ada Ali Mochtar Ngabalin (Nur Indah Fatmawati/detikcom)
Jakarta - Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengatakan pihak Istana memiliki bukti Mayjen TNI Achmad Tanribali Lamo dan Mayjen TNI Setia Purwaka menjadi Pj gubernur dengan status yang sama seperti Komjen M Iriawan. Dia pun mempertanyakan kekhawatiran seperti apa yang dipikirkan pihak-pihak yang memprotes keras pengangkatan Iriawan sebagai Pj Gubernur Jawa Barat.

"(Dibilang ngigau?) jangan bercanda. Jangan bercanda, dokumennya ada. Nggak usah komentar kalau tak pegang dokumen. Di mana masalahnya (Iriawan jadi Pj Gubernur Jawa Barat)? Apa masalahnya dengan masyarakat? Masak sih kawan-kawan nggak tahu yang diprotes itu yang bagian mana?" kata Ngabalin kepada detikcom, Rabu (20/6/2018).


Ngabalin menjelaskan waktu Iriawan menempati jabatan Pj gubernur terbilang singkat, hanya 9 hari menjelang pencoblosan Pilgub Jabar 2018. Jika khawatir kecurangan akan terjadi saat Iriawan menjabat, Ngabalin berpendapat hal itu sulit dipersiapkan dalam kurun waktu singkat.

"Iwan Bule (sapaan akrab Komjen Iriawan) itu mengisi kekosongan Pj gubernur. Jadi gubernur 9 hari sampai masih hari pemilihan, sangat singkat waktunya. Jadi apa yang dicurigai?" sambung dia.


Menanggapi banjir protes dari oposisi soal pengangkatan Iriawan sebagai Pj Gubernur Jawa Barat, Ngabalin menjelaskan pemerintah memiliki pertimbangan sebelum memutuskan. "Pemerintah punya pertimbangan dalam mengangkat Pak Iwan Bule. Pemerintah lebih mengerti," ujar Ngabalin.

Sebelumnya, Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon menjelaskan penunjukan Mayjen TNI Achmad Tanribali Lamo menjadi Pj Gubernur Sulawesi Selatan pada Januari-April 2008 dan Mayjen TNI Setia Purwaka yang dilantik menjadi Pj Gubernur Jawa Timur pada 2008-2009 dilakukan saat keduanya tak lagi aktif di TNI dan beralih menjadi PNS.

"Tanribali sudah alih status, dari TNI menjadi PNS, dengan menjadi Dirjen Kesatuan Bangsa dan Politik di Kemendagri, baru kemudian diangkat jadi Plt gubernur. Setia Purwaka juga sebelumnya sudah alih status jadi PNS menjadi irjen di Kementerian Informasi dan Teknologi baru kemudian diangkat jadi Plt Gubernur Jatim. Jadi berbeda dengan M Iriawan ini," ungkap Jansen dalam keterangannya.



Tonton juga video 'Tanggapan Sandi Terkait Sanggahan Demokrat soal SBY':

[Gambas:Video 20detik]


(aud/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed