DetikNews
Selasa 19 Juni 2018, 21:02 WIB

Saat Klaim Sandiaga Soal Pesan SBY Dibantah Demokrat

Indra Komara, Indra Komara, Gibran Maulana Ibrahim, Gibran Maulana Ibrahim, Marlinda Oktavia Erwanti, Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Saat Klaim Sandiaga Soal Pesan SBY Dibantah Demokrat Sandiaga Uno saat bertemu SBY (Foto: Instagram Sandiaga Uno)
Jakarta - Klaim Sandiaga Uno soal pesan 'Insyaallah Kita Sama-sama di 2019' dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dibantah oleh Partai Demokrat. Bagaimana kelanjutannya?

Sandiaga Uno, Wagub DKI Jakarta yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, pada momen Lebaran berkeliling dari satu rumah tokoh politik ke rumah tokoh lainnya. Tokoh politik yang ditemui Sandiaga di antaranya adalah Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Sandi mengatakan SBY sempat menitipkan pesan lewat AHY bahwa ada kemungkinan Demokrat merapat ke Gerindra dalam Pilpres 2019. Selain itu, Sandiaga juga meyebut AHY akan berjumpa dengan Prabowo.

"Saya ketemu juga dengan AHY selama 3 hari ini, memang Pak SBY bertitip pesan insyaallah kita bersama-sama di 2019 ini," kata Sandi di sebuah restoran di Jakarta Timur, Senin (18/6/2018).



Klaim Sandiaga ini dibantah oleh Partai Demokrat. AHY menyayangkan pernyataan Sandiaga tersebut. AHY selama ini masih menjajaki kesamaan visi dan misi dengan berbagai partai politik.

"Tidak benar ada titipan pesan dari Pak SBY (Ketum Partai Demokrat) yang disampaikan melalui Mas AHY (Komandan Kogasma Partai Demokrat)," kata Deputi VII Media Kogasma Partai Demokrat Putu Rudana Supadma dalam keterangannya.

"Mas AHY menyayangkan pernyataan Saudara Sandiaga Uno tersebut. Mas AHY mengimbau kepada semua pihak untuk bisa mencegah pernyataan-pernyataan publik yang tidak faktual atau keluar dari konteks, baik secara sengaja maupun tidak disengaja. Ini untuk menghindari terjadinya kebingungan di tengah masyarakat kita," sambung Putu menyampaikan pesan AHY.



Lalu, apa kata Sandiaga? Sandiaga mengaku kini tidak mau masuk ke polemik yang berawal dari klaimnya ini. Dia merasa pesan yang disampaikan SBY adalah suatu ajakan yang simpatik.

"Saya tangkapnya itu satu ajakan yang sangat simpatik ya. Bahwa bapak bangsa kita memikirkan di atas politik, above politics, above partitionship. Ini bukan tentang siapa partainya atau siapa afiliasinya, tapi mari sama-sama kita memikirkan bangsa kita, memajukan bangsa kita," kata Sandiaga.

Bagi Sandiaga secara pribadi ataupun bagi partainya, Demokrat merupakan sahabat lama. Apalagi Demokrat bersama SBY selama ini telah berpengalaman memimpin Indonesia selama 10 tahun.

"Pak SBY tokoh yang sangat dihormati oleh Pak Prabowo. Dan kami semua melihat Pak SBY itu sebagai tokoh bangsa yang nanti bisa menggaet kita dalam 55 hari ke depan," katanya.



"Dan sampai ke depan ya tentunya ucapan beliau untuk berbicara di atas politik dan bagaimana membangun bangsa bersama-sama itu ya kami artikan sebagai suatu hal yang sangat simpatik. Suatu hal yang sangat memotivasi kita dan mengoptimisme kita," lanjut Sandiaga.

Lalu, bagaimana kelanjutan hubungan Demokrat dan Gerindra jelang Pilpres 2019?


Simak video Tanggapan Sandi Terkait Sanggahan Demokrat soal SBY
(imk/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed