DetikNews
Selasa 19 Juni 2018, 20:35 WIB

BMKG Sempat Beri Peringatan Sebelum Kapal Tenggelam di Danau Toba

Indra Komara - detikNews
BMKG Sempat Beri Peringatan Sebelum Kapal Tenggelam di Danau Toba Foto: BMKG jumpa pers soal cuaca di Danau Toba (Indra-detik)
FOKUS BERITA: Tragedi Danau Toba
Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah 2 kali mengeluarkan peringatan cuaca sebelum insiden kapal tenggelam di Danau Toba. Peringatan berinformasikan soal cuaca di sekitar Danau Toba.

"Peringatan dini tak tercentral di Jakarta, tapi di wilayah setmpat. Di Danau Toba ada kantor wilayah 1 BMKG yang memberikan peringatan dini tanggal 18 (Juni) sempat dua kali disampaikan, jam 12.00 WIB dan jam 14.00 WIB, range informasi peringatan dini bisa 3-4 jam kedepan, jadi peringatan dini jam 14.00 WIB sudah mengcover jam potensial insiden kecelakaan," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R Prabowo di Studio Mini BMKG, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (19/6/2018).

Dari peringatan tersebut, kata Prabowo, sudah disampaikan bahwa wilayah Samosir ada potensi kondisi cuaca yang signifikan.

"Wilayah Samosir sudah disebutkan di situ wilayah Samosir ada potensi terjadi kondisi cuaca signifikan," ujarnya.

Prabowo juga mengatakan berdasarkan catatan automatic weather station, sempat terjadi peningkatan kecepatan angin di Danau Toba. Kecepatan angin yang semula 2 sampai 3 meter per detik, pukul 17.10 WIB meningkat menjadi 6 meter per detik.



"Catatan automatic weather station memang pukul 17.10 WIB adanya peningkatan kecepatan angin kalau rekamannya tak terlalu besar, secara umum 2-3 meter per detik. Kecepatan angin meningkat 6 meter," katanya.

Kecepatan angin itu, lanjut Prabowo diduga bisa memicu ketinggian ombak sampai 1 1/4 meter. Dari kacamata BMKG, hal itu yang diduga memicu terjadinya kapal tenggelam di Danau Toba.



"Beban lebih atau tidak itu bukan dari sisi BMKG, tapi dari sisi BMKG ada kecepatan angin dari 2-3 meter kemudian 6 meter per detik kemarin tanggal 18. Ini yang barangkali memicu ombak tinggi. Infonya kan sampai tali kapal kendali putus, barang kali ini pengaruh beban yang dibawa kemudian bisa tidak imbang," tutur Prabowo.

Sebelumnya, kapal KM Sinar Bangun tenggelam, Senin (18/6), pukul 17.30 WIB. Akibat peristiwa itu banyak penumpang yang tercebur. Data sementara 18 orang berhasil diselamatkan dan 1 orang tewas.


Lihat video Cuaca Buruk, Kapal Tenggelam di Danau Toba

(idn/rvk)
FOKUS BERITA: Tragedi Danau Toba
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed