DetikNews
Selasa 19 Juni 2018, 18:20 WIB

Serapan APBD DKI Baru 24%, Sandiaga: Itu Tidak Sehat

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Serapan APBD DKI Baru 24%, Sandiaga: Itu Tidak Sehat Foto: Muhammad Fida/detikcom
Jakarta - Serapan APBD DKI Jakarta sampai pertengahan 2018 ini baru 24 persen. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut kondisi itu tidak sehat.

"Penyerapan APBD (hingga pertengahan 2018) masih 24%. Ini karena efek stick hockey. Kita menginginkan ada perubahan dari pola penyerapan seperti ini, karena ini tidak sehat penyerapannya," kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (19/6/2018).

Sandiaga mengaku terus berupaya agar serapan anggaran Pemprov DKI sesuai dengan target. Dia ingin mengubah pola serapan anggaran yang selalu meningkat pada akhir tahun yang dia sebut sebagai efek stick hockey.

"Kita harapkan nanti penyerapan di paruh kedua untuk 2018 ini akan lebih baik sehingga tidak ada penumpukan penyerapan itu di akhir triwulan keempat, yaitu bulan November-Desember, seperti pola-pola sebelum ini," terang Sandiaga.

Menurut dia, salah satu faktor yang menyebabkan serapan anggaran tidak mencapai target adalah perencanaan yang kurang matang. Sandiaga mengaku sedang memperbaiki pola perencanaan anggaran Pemprov DKI.

"Kalau ada perencanaan yang kurang sempurna sebelumnya, kita akan coret. Jadi tidak ada anggaran yang... atau penyerapan yang akan dilakukan tanpa perencanaan yang lebih baik ke depan. Misalnya, mau membangun gedung tapi tanahnya belum diselesaikan dari segi legalitasnya, simpel, seperti itu," papar dia.

Sandiaga menyebut masalah legalitas tanah ini kerap dianggap enteng oleh pejabat Pemprov DKI. Ada beberapa proyek yang anggarannya sudah tersedia tapi tidak bisa berjalan karena masalah legalitas.

"Kita kadang-kadang menganggap enteng sebagai Pemprov DKI, perizinannya gampang diurus. Ternyata perizinan-perizinan khususnya malah lahan-lahan yang dimiliki Pemprov DKI itu yang memerlukan waktu dan akhirnya tidak bisa tereksekusi," tutur Sandiaga.

Wagub usungan Partai Gerindra dan PKS ini berharap penyerapan APBD DKI menjadi lebih baik dengan memperbaiki pola perencanaan. Dengan begitu, hal itu akan berimbas positif pula terhadap pertumbuhan ekonomi DKI.

"Kalau government spending-nya atau penyerapan dari anggaran pemerintahnya terlalu pelan, itu tidak akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Sementara kita menargetkan angka 6,5-7 persen pertumbuhannya. Jadi ini yang akan kita genjot ke depannya," ujar Sandiaga.
(zak/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed