DetikNews
Selasa 19 Juni 2018, 17:30 WIB

Pesan KPAI ke Pendatang agar Tak Timbulkan Masalah Bagi Anak

Mochamad Zhacky - detikNews
Pesan KPAI ke Pendatang agar Tak Timbulkan Masalah Bagi Anak Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom
Jakarta - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto punya pesan khusus kepada para pemudik yang berniat membawa kerabatnya mengadu nasib di kota. Susanto berpesan agar tidak membawa kerabat yang tak punya keahlian tertentu.

"Jika ingin ke Jakarta atau kota besar lain, hindari membawa keluarga dan kerabat yang non-skill. Karena bisa menimbulkan masalah baru di kota-kota tujuan. Hal ini untuk menghindari potensi pengangguran dan masalah sosial lain," kata Susanto dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (19/6/2018).

"Pengangguran sering kali menimbulkan masalah anak seperti penelantaran, putus sekolah, dan masalah anak lainnya," ujar Susanto.


Susanto juga berpesan kepada warga dari daerah yang ingin ke kota dengan membawa keluarga. Dia berpesan hal utama yang harus dipastikan adalah tempat tinggal layak. Selain itu, pastikan dokumen-dokumen, seperti akta kelahiran anak dan kartu keluarga (KK) dibawa.

"Hindari tinggal di kolong jembatan, lokasi penampungan sampah, pinggir rel kereta api, dan sungai serta tempat-sempat berbahaya lainnya. Hal ini sangat berbahaya bagi tumbuh kembang anak. Pastikan identitas anak yang lengkap, seperti akta kelahiran, KTP orang tua, KK, serta identitas lain yang diperlukan. Hal ini untuk memastikan pemenuhan hak dasar anak, termasuk pendidikan," papar Susanto.

Susanto juga mengingatkan warga daerah yang ingin mencari pekerjaan di kota waspada terhadap orang-orang yang mengaku bisa memberikan pekerjaan. Dia tak lupa memberi pesan kepada keluarga yang membawa pengasuh dari daerah.

"Hati-hati dalam melamar pekerjaan. Hal ini untuk menghindari modus memanfaatkan pendatang baru. Jika membawa tenaga pengasuh dari kampung, pastikan memiliki rekam jejak yang baik dan bukan pelaku kekerasan terhadap anak. Hal ini untuk mencegah maraknya kasus anak di kota-kota tujuan, baik penculikan, kekerasan, maupun trafficking," terang Susanto.


Pesan terakhir, pertimbangkan kembali jika berniat mengadu nasib ke kota. Menurutnya, kota bukan satu-satunya tempat terbaik untuk memperbaiki nasib keluarga.

"Banyak potensi-potensi desa dan daerah yang saat ini membutuhkan pelopor inovatif di desa. Ingat! Banyak orang-orang sukses berawal dari mengembangkan dan menginovasi potensi-potensi lokal di desanya," terang Susanto.
(zak/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed