DetikNews
Selasa 19 Juni 2018, 17:19 WIB

Ciuman Terakhir Irvan ke Ibunda yang Larang Berkapal ke Danau Toba

Ray Jordan - detikNews
Ciuman Terakhir Irvan ke Ibunda yang Larang Berkapal ke Danau Toba Suwarni (kerudung hitam) dan Ngatinem (kerudung kuning) di Posko Pencarian korban KM Sinar Bangun tenggelam, Simalungun, Sumut, Selasa (19/6/2018) Foto: Ray Jordan/detikcom
FOKUS BERITA: Tragedi Danau Toba
Simalungun - Suwarni (55) tak kuasa menahan air mata saat tiba di Posko Pencarian dan Pertolongan korban kapal tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara. Dia mencari anak lelakinya, Irvan Rahmat Saputra, dan calon menantunya, Ayu Lestari, yang ikut dalam pelayaran nahas itu.

Suwarni datang bersama anak perempuan dan calon besannya bernama Ngatinem (47). Dia tampak menggenggam amplop berwarna cokelat berisi identitas anak dan calon menantunya.

Tangisnya pecah saat tiba di depan posko. Dia tak kuasa menahan sedih, terkenang anak lelaki yang menjadi tulang punggung keluarga.

"Kembalikan anakku. Aku mohon, kembalikan anakku. Dia tulang punggungku," tangis Suwarni.




Dengan terbata-bata, Suwarni menceritakan terakhir kalinya dia berkomunikasi dengan anak lelakinya itu.

"Waktu mau naik kapal, jam 15.30 WIB, dia telepon saya, bilang 'Mak, aku sudah di kapal, mau nyeberang.' Aku bilang, 'Janganlah Nak, turun kau, turun Nak,'" kata Suwarni.

"Dia berangkat sama Ayu Lestari, calon (istrinya). Orang itu katanya mau nyeberang, jalan-jalan ke Jarunjung. Aku sudah larang jangan pergi," imbuhnya.

Suwarni mengatakan, pada malam sebelum keberangkatan, Irvan sempat membelikan makanan pizza untuk dirinya. Irvan, kata Suwarni, seperti hendak mengambil hatinya untuk mengizinkan pergi naik kapal tersebut.

"Malamnya dia belikan aku pizza. Mau berangkat diciuminya aku. Biasanya nggak pernah," ujarnya sambil menitikkan air mata.



"Kembalikan anakku. Aku mohon. Kembali padaku Nak. Dialah tulang punggungku. Bapaknya sudah nggak ada," tutur Suwarni menutup muka sambil menyeka air mata.

Sementara itu, ibunda Ayu Lestari, Ngatinem, mengaku juga sempat melarang anak perempuannya naik kapal menyeberang Danau Toba. Bahkan Ngatinem sempat merajuk agar anaknya tidak jadi berangkat. Tapi takdir berkata lain.

"Aku sempat merajuk sama dia. Tolong temukan Pak," kata Ngatinem meneteskan air mata.



Tonton juga 'Kapal Tenggelam di Danau Toba, Ini Pesan Menhub':

[Gambas:Video 20detik]


(jor/fdn)
FOKUS BERITA: Tragedi Danau Toba
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed