DetikNews
Selasa 19 Juni 2018, 09:49 WIB

Ombudsman Sidak Pelayanan Arus Balik di Bandara Soetta

Indra Komara - detikNews
Ombudsman Sidak Pelayanan Arus Balik di Bandara Soetta Anggota Ombudsman di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (19/6/2018) Foto: Indra Komara/detikcom
Jakarta - Ombudsman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Sidak dilakukan untuk memastikan pelayanan arus balik di Bandara Soetta tetap optimal saat libur Lebaran.

Dua anggota Ombudsman, Adrianus Meliala dan Ninik Rahayu, ikut dalam rombongan sidak. Mereka mendatangi Terminal 1 Bandara Soetta pada pukul 08.51 WIB, Selasa (19/6/2018).

Keduanya mendatangi ruang informasi, mengecek toilet bandara, dan meninjau pos terpadu. Di dalam pos terpadu, Adrianus menanyakan secara detail dari soal pelayanan penerbangan sampai keamanan.

"Sekarang posnya sudah permanen ya, dulu masih tenda. Apa yang bisa kami lihat. Coba, gimana situasi?" tanya Adrianus kepada petugas di posko.

Pimpinan piket posko terpadu Bandara Soetta, Langlang, menjelaskan puncak arus balik diprediksi terjadi di dua titik, yakni 20 dan 24 Juni. Hal itu terjadi karena jadwal kerja PNS dan pegawai swasta yang berbeda.


Anggota Ombudsman di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (19/6/2018)Anggota Ombudsman di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (19/6/2018) Foto: Indra Komara/detikcom


"Kalau kita prediksinya tanggal 20 dan 24, untuk PNS, nah swasta 24 Juni, jadi diprediksi dua titik puncak 20 dan 24," kata Langlang.

Sementara itu, Direktur Pelayanan & Fasilitas PT Angkasa Pura II Ituk Herarindri menjelaskan terkait extraflight yang diberikan maskapai selama masa mudik. Menurut Ituk, maskapai yang memberi pelayanan penerbangan tambahan tak dikenai biaya pendaratan.

Ninik lantas mengingatkan agar pelayanan tersebut diawasi. Itu supaya tidak ada permainan harga tiket akibat dibebaskannya biaya pendaratan.

"Saya baru denger nih extraflight nggak kena biaya. Setuju itu sebagai maskapai di luar reguler di masa Lebaran. Tapi ketika itu tak punya nilai komplementer dengan harga tiket kan melambung. Mesti ada imbauan, ada maskapai supaya tak terlampau tinggi harga tiket karena mereka sudah bebas biaya," katanya.
(idn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed