DetikNews
Senin 18 Juni 2018, 08:09 WIB

Sekber Tak Masalah Poros Mekah Vs Beijing Dikritik Parpol

Haris Fadhil - detikNews
Sekber Tak Masalah Poros Mekah Vs Beijing Dikritik Parpol Sekjen Sekber M Idrus dan Habib Rizieq (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta - Sekretariat Bersama (Sekber) Indonesia mengaku tak masalah jika wacana Poros Mekah vs Poros Beijing dikritik partai politik. Pihak Sekber pun bersyukur wacana dua poros itu direspons oleh partai politik.

"Alhamdulillah jika teman-teman merespons tentang dua poros tersebut ke depan yang akan berlaga di Pilpres 2019. Itulah fungsinya Sekber Indonesia sebagai tempat untuk menampung segala bentuk aspirasi, baik ide ataupun gagasan segala anak bangsa yang terbaik untuk Indonesia ke depan, terutama yang berbeda dengan kebijakan rezim berkuasa hari ini," kata Sekjen Sekber Muhamad Idrus kepada detikcom, Minggu (17/6/2018) malam.


Menurutnya, keberadaan 2 poros itu menjadi bagian dari kritik membangun dari sebagian anak bangsa yang melihat kondisi saat ini. Ia pun menyinggung soal rezim yang dituding dekat dengan China.

"Timbulnya dua poros itu juga bagian dari kritik membangun sebagian anak bangsa yang melihat rezim berkuasa hari ini jauh lebih condong ke Tiongkok yang berideologi komunis di mana bertentangan keras dengan ideologi bangsa, yaitu Pancasila dan UUD 1945," ujarnya.


Selain itu, juru bicara Sekber, Andre Rosiade, mengatakan kedua poros itu merupakan usul dari imam besar FPI Habib Rizieq Syihab. Ia juga mengatakan pro-kontra adalah hal wajar.

"Ya biasa, kalau pro-kontra wajar. Karena kan ada yang pro ada yang kontra dalam politik itu wajar, biarkan masyarakat menilai. Ini kan ide Habib Rizieq di Mekah, karena beliau posisinya lagi di Mekah ya beliau bilang poros Mekah, itu saja. Berprasangka baik saja, nggak usah terlalu kepanasan gitu," tuturnya.


Sebelumnya, wacana poros Mekah dan poros Beijing ini muncul ketika Idrus berjumpa dengan Habib Rizieq di Mekah. Wacana itu memicu kontroversi.

Idrus menyebut Habib Rizieq meminta agar Pilpres 2019 hanya diikuti 2 poros, yakni poros Mekah dan poros Beijing. Idrus mengatakan poros Mekah merupakan poros keumatan yang tetap konsisten mengusung agenda umat. Poros ini mengaku tak akan mengkriminalisasi agama.

Ia juga menjelaskan soal yang dimaksud dengan poros Beijing. Idrus menyebut rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai poros Beijing karena dekat dengan kebijakan Presiden China Xi Jinping.

"Poros Beijing di mana rezim Jokowi hari ini yang lebih dekat kebijakan Presiden RRC Xi Jinping One Belt One Road (OBOR), serbuan tenaga kerja asing dari Tiongkok serta meningkatnya utang negara yang lebih Rp 5.000 triliun sebagian besar dari China," ujar Idrus.
(haf/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed