Pelecehan Seksual di Unhas
Sul Dilarang Mengajar Ekstensi
Kamis, 21 Jul 2005 12:39 WIB
Makassar - Pelecehan seksual yang diduga dilakukan Sul, akhirnya berbuah sanksi. Kemungkinan besar, Sul dilarang untuk mengajar lagi di program ekstensi Fisip Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. Sul juga akan dilarang menjadi pembimbing skripsi mahasiswa ekstensi. "Saat berbincang dengan dekan, memang diputuskan bahwa dia dilarang mengajar di ekstensi dan tidak boleh membimbing mahasiswa," ungkap Juanda Nawawi, Ketua Komisi Disiplin Fisip Unhas, ketika dihubungi detikcom, Kamis (21/7/2005). Kendati demikian, hingga kini keputusan tertulis tentang sanksi itu belum dikeluarkan oleh pihak Dekan. "Sekarang memang keputusan tertulisnya belum keluar," tutur Juanda. Sanksi atas Sul tidak lepas dari rekomendasi Komdis atas tindakan asusila yang dilakukannya. "Ini kan memalukan. Kita ingin tetap mencitrakan perguruan tinggi sebagai tempat yang menjunjung moral," tegasnya.Sul diadukan oleh Dahlia, bukan nama sebenarnya, mahasiswi program ekstensi, Jurusan Ilmu Administrasi, Fisip, Unhas. Menurut Dahlia, Sul telah melakukan pelecehan seksual terhadap dirinya saat membimbing skripsi. Sul mengelus-elus pipi dan perut Dahlia dan mengajak berhubungan badan. Tapi, Dahlia yang sudah bersuami dan berbadan dua itu, menolak ajakan itu. Dahlia Tak Cabut Surat Pengaduan Juanda menegaskan, hingga saat ini Dahlia tidak pernah mencabut surat aduannya. Meski, sebenarnya Dahlia sempat ingin mencabutnya. "Dia tidak mencabut surat aduannya. Buktinya tidak ada surat tembusan ke saya. Surat aduannya kan ditembuskan ke saya, jadi kalau ingin dicabut pasti ditembuskan juga ke saya," terang Juanda. Menurut Juanda, dengan tidak dicabutnya aduan itu berarti isu surat itu memang benar adanya. "Buktinya sudah tidak ada surat lagi," ucapnya.
(asy/)











































