Keluhan Pejalan Kaki di Kota Tua: Jalur Pedestrian Penuh PKL

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Minggu, 17 Jun 2018 13:52 WIB
Foto: PKL di Kota Tua yang semrawut (Linda-detikcom)
Jakarta - Menjamurnya pedagang kaki lima (PKL) yang mengokupasi jalur pedestarian dan bahu jalan dikeluhkan pengunjung Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Mereka kesulitan berjalan kaki di kawasan wisata itu.

Pantauan detikcom, di Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Minggu (17/6/2018), PKL memang tampak berdagang di jalur pedestarian maupun bahu jalan. Terutama, di jalan depan Stasiun Kota menuju Museum Fatahillah.

Alhasil, pejalan kaki kesulitan melewati kawasan tersebut. Tak hanya pejalan kaki, kendaraan bermotor juga tampak kesulitan melintasi kawasan tersebut, khususnya di sepanjang Jalan Ketumbar.

Tak hanya pedagang yang kemudian mengganggu para pejalan kaki. Pembeli yang memutuskan untuk bertransaksi pun menambah keluhan pejalan kaki.

Salah seorang pejalan kaki, Shesa, berkeluh kesah. Ia yang hanya melintas di kawasan tersebut, dari Stasiun Kota, kesulitan berjalan kaki di kawasan wisata itu.

"Saya tadi dari Stasiun Kota. Cuma mau lewat aja susah banget. Harus sampai jalan ke pinggir jalan banget. Lewat di jalur pedestarian macet, banyak yang beli di tukang jualan juga. Ribet deh," kata warga Kebayoran Baru itu.

Ia berharap Pemprov DKI dapat segera menertibkan pedagang yang berjualan hingga menggunakan hampir dua lajur jalan. Sebab, hal itu, menurutnya sudah sangat meresahkan bagi para pejalan kaki yang melintas seperti dirinya.

"Semoga ini cepet diberesin deh. Kan ganggu banget. Pejalan kaki jadi nggak nyaman kalau mau jalan," ungkapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan, Nita, pengunjung Kawasan Kota Tua. Ia yang datang dari halte bus wisata Transjakarta, mengaku kesulitan mengakses jalur pedestarian untuk menuju ke Museum Fatahillah.
Keluhan Pejalan Kaki di Kota Tua: Jalur Pedestrian Penuh PKLFoto: PKL di Kota Tua yang semrawut (Linda-detikcom)

"Ini tadi nyebrangnya susah. Terus jalan mau ke museum juga susah. Desek-desekan tadi pas jalan di jalan yang buat pejalan kaki," katanya.

Nita berharap, pemerintah dapat menata pedagang di area ini. Sebab, tak dipungkiri, menurutnya pedagang di kawasan tersebut memudahkan pengunjung yang kelaparan maupun kehausan.

"Ditata deh. Soalnya kan sebenernya ngebantu juga buat yang haus atau lapr biar nggak jauh-jauh amat kalau jajan. Tapi ya jangan sampai ganggu pejalan kaki aja," ungkap ibu dengan dua anak ini. (jor/jor)