PAN Khawatir Poros Mekah vs Beijing Membelah Masyarakat

Haris Fadhil - detikNews
Minggu, 17 Jun 2018 11:22 WIB
Saleh Daulay (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Sekjen Sekretariat Bersama Indonesia, Muhamad Idrus membahas poros Mekah vs poros Beijing saat bertemu Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab. Wacana poros itu dikhawatirkan membelah publik.

"Kalau pakai nama poros Mekah dan Beijing, itu sama artinya membelah masyarakat Indonesia ke dua bagian yang berhadapan secara diametral. Dikhawatirkan ada kesalahpahaman dan akhirnya ada friksi-friksi yang tidak baik," kata Wasekjen PAN Saleh Daulay kepada wartawan, Minggu (17/6/2018).



Dia menghargai pendapat pihak-pihak yang mengusulkan dua poros tersebut. Namun, pemilihan nama harusnya jadi perhatian.

"Kita mesti menghargai pendapat dan usulan masyarakat. Namun, penggunaan nama perlu dijaga agar tidak kelihat provokatif. Demokrasi kita harus tetap dibangun di atas kesantunan," ungkapnya.



Sebelumnya, Idrus mengatakan poros Mekah merupakan poros keumatan yang tetap konsisten mengusung agenda umat. Poros ini mengaku tak akan mengkriminalisasi agama.

"Obrolan dengan Habib Rizieq dengan Sekber ke depan pilpres 2019 hanya ada 2 poros yang bertarung dimana Poros Keumatan tetap konsisten mengusung agenda umat di mana tidak akan mengkriminalisasi Agama, memenjarakan ulama serta mencurigai rakyat layaknya PKI yang dipresentasikan dengan Poros Mekkah melawan Poros Beijing," ujar Idrus kepada detikcom, Sabtu (16/6) malam.

"Poros Beijing di mana rezim Jokowi hari ini yang lebih dekat kebijakan Presiden RRC Xi Jinping One Belt One Road (OBOR), serbuan tenaga kerja asing dari Tiongkok serta meningkatnya hutang negara yang lebih Rp 5.000 Triliun sebagian besar dari China," sambungnya. (haf/imk)