Heboh Anies Disoraki di Open House Jokowi Merambat ke Pilgub DKI

Ray Jordan - detikNews
Sabtu, 16 Jun 2018 22:16 WIB
Foto: Ray Jordan/detikcom
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disoraki warga saat tiba di Istana Kepresidenan Bogor untuk halalbihalal dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sorakan itu kemudian dibawa-bawa ke urusan Pilkada DKI 2017 yang telah usai.

Anies yang ditemani Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno tiba bersamaan di Istana Bogor, Jawa Barat, pukul 09.53 WIB, Jumat (15/3/2018). Anies tampak mengenakan kemeja koko dan kain sarung. Sandiaga juga mengenakan kemeja koko dengan bawahan celana panjang berwarna hitam.

Saat memasuki teras Istana Bogor, kehadiran keduanya menarik perhatian warga yang hadir. Beberapa warga bersorak saat melihat keduanya datang.

Mendengar sorakan itu, Anies dan Sandi tersenyum. Bahkan Anies dan Sandi juga menyalami beberapa warga yang bersorak. Suasana kemudian cair serta saling senyum dan tawa.

Selanjutnya, Anies dan Sandi antre untuk bersalaman. Tak butuh waktu lama, keduanya langsung mendapat giliran bersalaman dengan Jokowi dan Iriana.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menanggapi soal aksi sorakan tersebut. Dia menyebut sorakan itu bentuk rasa kangen warga terhadap Anies-Sandi.

"Yang nyorakin siapa? Mungkin karena warganya kangen kali," kata Fahri saat dimintai tanggapan di rumah dinas Ketua DPR Bambang Soesatyo, Jalan Widya Chandra III, Jakarta Selatan, Jumat (15/6/2018).

Politikus PKS Nasir Djamil juga memberikan tanggapan. Dia menyebut peristiwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disoraki warga di Istana Bogor menandakan masih ada pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang belum move on. Menurut Nasir, Anies harusnya tetap dihormati.

"Sepertinya masih ada pendukung Ahok yang belum move on dari Pilkada DKI. Seharusnya mereka tetap menghormati Anies dan Sandi yang datang sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI. Apalagi kehadiran mereka berdua ingin bersilaturrahim di hari yang baik ini," kata Nasir kepada detikcom, Jumat (15/6/2018).

Politikus PKS itu menyayangkan peristiwa tersebut. Dia menilai sikap tersebut tidak sesuai dengan Pancasila.

"Masak orang mau bersilaturrahim disorakin. Meskipun yang menyorak tidak ramai, perilaku tersebut tidak sesuai dengan Pancasila," ujar dia.

Sementara itu, Politikus Partai Golkar tak ingin ada pihak yang main tuduh soal insiden penyorakan Gubernur Jakarta Anies Baswedan. Pernyataan Nasir yang mengaitkan warga yang menyoraki Anies dengan 'pendukung Ahok belum move on' disebutnya sebagai tuduhan belaka.

"Tidak pada tempatnya menghubungkan peristiwa itu dengan Jakarta. Peristiwa itu terjadi di Istana Bogor kok, apa relevansinya dengan Pilkada DKI? Jangan terlalu menuduh macam-macam," kata Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily kepada detikcom, Sabtu (16/6/2018).

Ace menilai sorakan terhadap Anies dan Sandiaga Uno kemarin tidak sesuai dengan esensi Idul Fitri. Seharusnya, hari Lebaran diisi keteduhan untuk saling memaafkan, bukan penyorakan.

"Dengan mengatakan bahwa pihak yang menyoraki itu adalah orang yang belum 'move on', maka yang mengatakan demikian sama tidak etisnya dengan pihak yang menyoraki. Saya kira nggak usah ditanggapi berlebihan juga," kata Ace.

Sebelumnya, Anies Baswedan menanggapi kejadian penyorakan itu dengan santai. Anies tidak mempermasalahkan karena menganggap peristiwa itu sebagai hal yang biasa. Dia justru menyalami warga-warga.

"Ya tadi saya lihat banyak warga-warga berseragam, saya nggak tahu seragam apa tuh. Tapi buat saya sih biasa saja," ucap Anies di rumah dinas Wapres Jusuf Kalla, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/6/2018).

"Malah saya salamin satu satu, saya salamin selamat Lebaran. Pokoknya siplah. Saya malah sebenarnya baru ingat ini tadi dari tempatnya Pak Zul (Ketua MPR Zulkifli Hasan), ditanyain lagi," katanya.

Hal senada diungkapkan Sandiaga. Dia meminta momen tersebut tak dibesar-besarkan. Sandiaga menganggap sorakan itu sebagai bagian silaturahmi.

"Kita anggap itu sebagai silaturahmi saja, tidak ada yang perlu dibesar-besarkan," kata Sandiaga kepada wartawan di kediaman Aburizal Bakrie (Ical), Jalan Ki Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/6/2018).

Sandiaga tak ingin pada hari Idul Fitri ini tak diisi dengan hal-hal yang bersifat negatif. Menurutnya, pada hari lebaran ini semua orang kembali pada kesuciannya setelah menjalani puasa Ramadan.

"Ini hari yang kita kembali fitri, tidak perlu kita nodai," sambungnya.



Tonton juga 'Disoraki saat Halal Bihalal di Bogor, Anies: Saya Salami Satu-satu':

[Gambas:Video 20detik]

(jor/imk)