Tuntut Pilkada Ditunda, Ribuan Orang Serbu DPRD Kab Semarang

Tuntut Pilkada Ditunda, Ribuan Orang Serbu DPRD Kab Semarang

- detikNews
Kamis, 21 Jul 2005 11:03 WIB
Semarang - Ribuan orang menuntut penundaan pilkada di kabupaten Semarang yang akan digelar pada 31 Juli 2005. Massa bergerak menuju kantor DPRD Kabupaten Semarang sejak pukul 09.30 WIB. Pemantauan detikcom di kantor DPRD Kabupaten Semarang, Jalan Diponegoro, Ungaran, Semarang, Kamis (21/7/2005), ribuan orang beratribut partai ini memacetkan arus lalu lintas jalan protokol. Pangkal kemacetan dari depan kantor DPRD sepanjang 3 kilometer. Kemacetan total ini disebabkan karena ribuan orang datang menggunakan belasan mobil truk. Kendaraan untuk menampung massa ini diparkir di sepanjang Jalan Diponegoro. Belum lagi, ratusan motor dan puluhan kendaraan pribadi serta mobil partai turut mengganggu lalu lintas jalan utama kota yang berjarak 25-30 kilometer dari Semarang itu. Tampak terlihat ratusan aparat kepolisian menjaga ketat aksi demo yang rencananya juga akan menuju kantor KPUD, yang berjarak 1,5 kilometer dari kantor DPRD. Kepolisian yang menjaga ketat aksi ini merupakan gabungan pasukan dari Polres Semarang dan Polwiltabes Kota Semarang. Dalam aksinya, massa juga mendirikan panggung di dekat pintu gerbang DPRD serta memasang boneka jerami berbentuk orang-orangan sawah. Ribuan orang ini juga membawa satu unit mobil bak terbuka yang berisi sound system pengeras suara.Massa yang berdemo di depan DPRD tampak mengenakan atribut yang berbeda-beda. Atribut yang dikenakan berlogo, bertuliskan serta berwarna partai politik dan organisasi yang diusungnya, yakni PDIP, Golkar, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan lain lain.TuntutanDalam orasinya, massa mendesak DPRD untuk mempercepat proses penyelesaian hak angket atas pemeriksaan Bupati Semarang Bambang Guritno, yang juga salah satu kandidat. Bambang dituduh melakukan korupsi pengadaan buku pelajaran sekolah.Para demonstran juga mempermasalahkan calon wakil bupati yang menjadi pasangan Bambang Guritno yakni Siti Ambar Fatonah yang diduga menggunakan ijazah palsu. Semua ijazah yang digunakan Fatonah diduga palsu. Alhasil, mereka meminta pasangan itu dibatalkan sebagai kandidat bupati Semarang dalam pilkada mendatang. (ism/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads