DetikNews
Jumat 15 Juni 2018, 22:28 WIB

Yahya Staquf ke Israel, Ketum Golkar: Timingnya Nggak Pas

Audrey Santoso - detikNews
Yahya Staquf ke Israel, Ketum Golkar: Timingnya Nggak Pas Yahya Staquf/Foto: Dok. Twitter PM Israel
Jakarta -

Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyebut waktu kunjungan Yahya Cholil Staquf ke Israel tak tepat.

"Ya kalau itu kan kemarin sudah dibahas, masalah timing saja. Pada saat sekarang kan kita mengupayakan untuk men-support Palestina," kata Airlangga kepada wartawan, Jumat (15/6/2018).

Yahya Staquf yang juga Katib Aam PBNU bertemu Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dalam rangkaian acara di Israel.

Yahya bertemu Netanyahu pada Kamis (14/6). Netanyahu kemudian mengunggah foto-fotonya di Twitter.




Sebelum bertemu Netanyahu, Yahya Cholil Staquf lebih dahulu menjadi pembicara di forum American Jewish Committee (AJC) Global Forum yang dihadiri 2.400 orang. Dia kemudian kuliah umum di The Truman Institute di Israel pada Rabu (13/6).

Kunjungan ini menjadi kontroversi sejak rencana hingga berbicara di Israel pada Minggu (10/6). Kritik dan kecaman bukan hanya datang dari dalam negeri, tapi juga dari dunia internasional. Palestina, lewat kementerian luar negeri, mengutuk kunjungan Yahya Cholil Staquf ke Israel.

Anggota Komisi III DPR Fraksi PKS Nasir Djamil menyarankan Presiden Joko Widodo menonaktifkan Yahya Staquf dari jabatan Wantimpres. Nasir menilai penonaktifan diperlukan demi meredam ketegangan terkait kunjungan Yahya ke Israel.

"Nah, karenanya, saya sih berharap barangkali Presiden Jokowi perlu memikirkan untuk menonaktifkan sementara Yahya Staquf sebagai Dewan Pertimbangan Presiden. Ya, untuk meredakan publik. Meredakan tudingan-tudingan negatif terhadap pemerintah," kata Nasir.




(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed