Sholat beralaskan tikar, Rommy tampak berada di barisan pertama jemaah sholat Ied. Ia berbaur dengan warga desa yang tak lain merupakan para tetangga dan warga yang banyak dikenalnya.
"Idul Fitri ini merupakan momen yang sangat berharga untuk berkumpul dengan warga dan sanak saudara di kampung halaman," kata Rommy usai melaksanakan sholah Ied.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rommy memang dilahirkan di Sleman Yogyakarya. Ia menghabiskan masa kecilnya hingga SMA di Kota Pelajar tersebut sebelum melanjutkan pendidikannya di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1993. Setelah itu ia banyak menghabiskan waktunya di luar Yogyakarta. Sehingga tidak heran, setiap Lebaran Rommy dan keluarga selalu menyempatkan diri untuk mudik ke kampung halaman.
Karena di kampung halaman inilah, selain banyak kenalan dan tetangga, ia bisa berziarah ke makam kedua orang tuanya, KH Tolchah Mansyur dan Umroh Machfudzoh.
Di Sleman, Rommy juga mempunyai pesantren Sunni Darussalam yang dirintis oleh kedua orang tuanya yang sama-sama aktif di organisasi Nahdlotul Ulama (NU). Di pesantren ini ia banyak menghabiskan waktu saat pulang ke Yogyakarta.











































