Gerindra: Bertemu Netanyahu, Yahya Staquf Dimanfaatkan Israel

Haris Fadhil - detikNews
Jumat, 15 Jun 2018 11:35 WIB
Yahya Cholil Staquf bertemu PM Israel Benjamin Netanyahu (Twitter Benjamin Netanyahu)
Jakarta - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menganggap pertemuannya dengan Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf adalah pertanda negara muslim mendekat. Partai Gerindra menganggap Yahya Staquf dimanfaatkan oleh Israel.

"Dengan pernyataan Netanyahu itu, membuktikan bukan Pak Yahya Staquf bermanfaat, tapi malah dimanfaatkan Israel untuk kampanye politik Israel mendekati dunia Islam. Ini terbalik," kata anggota Badan Komunikasi Gerindra, Andre Rosiade, kepada wartawan, Jumat (15/6/2018).



Yahya Cholil Staquf sebelumnya sudah menegaskan dia berada di Israel demi Palestina. Namun Andre meyakini sikap Israel tak akan berubah hanya karena kedatangan anggota Wantimpres itu.

"Israel itu negara zionis, penjajah, penjahat HAM yang tidak takut dengan siapa pun meski diresolusi PBB berkali-kali tapi nggak peduli. Siapa Yahya Staquf bisa membicarakan kemerdekaan Palestina?" ungkapnya.

Andre Rosiade / Andre Rosiade (Ari Saputra/detikcom)


Menurut Andre, Indonesia malah dirugikan oleh kunjungan Yahya Staquf ke Israel. Apalagi Yahya Staquf adalah anggota Wantimpres.

"Kita rugi, kena protes dari Palestina," ucap Andre.



Sebelumnya diberitakan, Yahya Cholil Staquf bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Kamis (14/6). Netanyahu menyebut itu pertemuan spesial dan mengaku senang.

"Israel adalah bangsa yang penuh inovasi dan saya sangat senang melihat banyak negara Arab dan banyak negara muslim semakin dekat ke Israel," ucap Netanyahu seperti disampaikan lewat situs PM Israel. (imk/jbr)