Jemaah Hawariun Ansarullah, yang bermukim di area persawahan Borong-borong, Desa Maccini Baji, berlebaran hari ini berdasarkan perhitungan bulan/hisab. Jemaah ini sebenarnya menetapkan 1 Syawal pada Rabu (13/6).
"Sebenarnya dalam perhitungan 1 Syawal masuk hari Rabu (13/6) sore. Namun kami menggelar Idul Fitri pada hari ini sebab hari Jumat adalah hari selamat," ujar pimpinan Jemaah Hawariun Ansarullah, Sultan Daeng Lotteng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khotbah Idul Fitri disampaikan dengan bahasa Ibrani kuno. Jemaah ini dalam keseharian memang menggunakan bahasa Ibrani kuno yang mereka sebut sebagai bahasa Ibrani Mansyuriah.
"Khotbah tadi dibawakan dengan bahasa Ibrani kuno sebab dalam keseharian kami di sini menggunakan bahasa tersebut. Yang kami tuturkan adalah bahasa Ibrani Mansyuriah," kata Sultan Daeng Lotteng.











































