Deplu Ingatkan Kedubes Australia Stop Penutupan Jalur Lambat

Deplu Ingatkan Kedubes Australia Stop Penutupan Jalur Lambat

- detikNews
Kamis, 21 Jul 2005 00:27 WIB
Jakarta - Warga Jakarta yang sering lewat Jalan Rasuna Said, Kuningan, mendapat secercah harapan. Kecaman warga Ibukota terhadap penutupan jalur lambat di depan Kedubes Australia mendapat dukungan dari Departemen Luar Negeri (Deplu) RI.Deplu menyatakan siap membantu Pemda DKI Jakarta, untuk mengingatkan Kedubes Australia membongkar barikade yang menutup jalur lambat itu. Tapi, Deplu menyerahkan sepenuhnya kewenangan penyelesaian masalah ini pada Pemda DKI."Sepanjang pertimbangan kemanan terpenuhi, mereka (Kedubes Australia) kan harus tunduk juga dengan peraturan setempat. Termasuk yang dikeluarkan Pemda," kata Menlu Hassan Wirajuda usai rapat kabinet di Kantor Presiden, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (20/7/2005) malam.Menurut Hassan, Deplu baru bisa turun tangan apabila ada permintaan bantuan secara resmi dari Pemda DKI. Sehingga Deplu mempunyai alasan yang kuat untuk mengajukan surat peringatan kepada Kedubes Australia. "Setahu saya, kami belum menerima surat permintaan itu dari Pemda," ujarnya.Seperti diketahui, jalur lambat di depan Kedubes Australia, Jl. HR Rasuna Said Kuningan ditutup sejak peristiwa bom bunuh diri September tahun lalu. Meski renovasi Kedubes sudah selesai, jalur lambat itu masih ditutup sehingga menimbulkan kemacetan setiap harinya.Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso juga mengeluhkan 'kebandelan' Australia. Surat teguran yang dilayangkan Pemda selama ini diacuhkan saja oleh Kedubes Aussie. Bahkan, Sutiyoso menganggap Kedubes Australia sebagai PKL (Pedagang Kaki Lima) yang seenaknya menguasai jalanan. (fab/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads