Hewan Ternak yang Dimusnahkan Akibat Flu Burung akan Diganti

Hewan Ternak yang Dimusnahkan Akibat Flu Burung akan Diganti

- detikNews
Rabu, 20 Jul 2005 23:10 WIB
Jakarta - Kabar gembira bagi peternak yang hewannya dimusnahkan akibat terjangkit flu burung. Pemerintah berjanji akan mengganti seluruh hewan ternak yang dimusnahkan tersebut."Langkah ini demi mencegah penularan secara cepat, tanpa merugikan masyarakat," kata Menteri Pertanian Anton Apriantono, usai rapat kabinet lengkap di Kantor Presiden, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (20/7/2005) malam.Dalam rapat selama enam jam sejak pukul 13.00 WIB itu, Presiden SBY mengintruksikan agar dilakukan upaya-upaya pencegahan penularan flu burung secepatnya."Kita survey ketat hingga radius 20 km dari daerah endemi. Bila ditemukan, maka ternak unggas dan babi di radius 3 km akan dimusnahkan. Yang babi kita ganti dengan sapi," kata Anton.Langkah ini merupakan tindak lanjut, setelah mengisolasi daerah yang terjangkit virus berbahaya tersebut. Target utamanya adalah Kota Tangerang, karena selain merupakan tempat domisili Iwan Siswara, di wilayah ini juga ditemukan babi yang terpapar virus flu burung pada Februari dan April lalu.Jumlah anggaran yang diperlukan untuk penggantian ini akan diajukan paling lambat Senin pekan depan. Untuk mendukung program ini, Departemen Keuangan berkomitmen mengalokasi dana operasional guna menambah dana tanggap darurat yang tercantum di RAPBNP 2005."Dana yang kita punya Rp 104 milyar. Tapi ini nggak cukup, karena harus dibagi dengan musibah pertanian lainnya. Komponen anggaran terbesar yang akan kita ajukan ya untuk dana penggantian hewan," jelas Anton.Dalam kesempatan ini, Anton membantah pemberitaan di media massa tentang adanya puluhan kabupaten yang terserang virus flu burung. Menurutnya, jumlah tersebut merupakan akumulasi jumlah daerah yang unggasnya pernah kena flu burung sejak tahun 2003."Kenyataannya bulan terakhir kejadian flu burung sangat menurun," katanya. Namun diakui Anton, sebulan lalu ditemukan virus flu burung di Jambi dan Sumatera Utara. Sekitar 50 ribu ekor unggas yang terserang, telah dimusnahkan.Hasil penelitian Dinas Peternakan, kedua propinsi tersebut melaporkan bahwa virus dibawa oleh telur dan ayam aduan yang diselundupkan dari Thailand ke Medan. "Jadi masuknya ilegal. Bila melalui jalur legal, tentu kita udah karantina," tukas Anton. (fab/)


Berita Terkait