Perempuan Papua Pertanyakan Posisi di MRP
Rabu, 20 Jul 2005 22:05 WIB
Jakarta - Meski Majelis Rakyat Papua (MRP) belum terbentuk hingga saat ini, sejumlah keraguan sudah bermunculan. Kelompok perempuan Papua khawatir tidak bisa berbuat banyak di dalam MRP yang didominasi oleh laki-laki."Yang menjadi pertanyaan, apakah jumlah keterwakilan perempuan di MRP bisa mengimbangi kekuatan adat dan agama, yang didominasi perpektif gender dan struktur patriarki yang tidak memberi peran besar pada perempuan," kata anggota Kelompok Kerja (Pokja) Papua Jakarta Laurent Mayasari dalam jumpa pers di LBH Jakarta, Rabu (20/7/2005).Sesuai PP 54/2004, komposisi anggota MRP masing-masing terdiri dari sepertiga wakil adat, wakil agama dan wakil perempuan. Tapi perempuan Papua ragu jika pihak-pihak yang terlibat pemilihan anggota MRP menyadari dan memahami perspektif gender ini."Ini lemahnya aspirasi perempuan di MRP. Apakah Panitia Pengawas MRP dan Mendagri sekalipun sudah berupaya memperjuangkan hak-hak perempuan," ujar Laurent.Sementara itu, anggota Pokja Papua lainnya, Frans Maniagasi menyatakan, perempuan Papua sudah lebih siap dibandingkan kelompok adat dan agama dalam MRP. Para wakil perempuan juga sudah mendapat dukungan dari mayoritas perempuan Papua dan jaringan lainnya"Kelompok perempuan sudah tiga kali mengadakan pertemuan di Biak, Jayapura dan Sorong. Kelompok perempuan bisa masuk melalui wakil agama dan wakil perempuan sendiri, tapi sangat sulit untuk masuk melalui wakil adat yang didominasi laki-laki," kata Frans.
(fab/)











































