14 Bangkai Ayam Korban Flu Burung Ditemukan di Yogyakarta
Rabu, 20 Jul 2005 18:10 WIB
Yogyakarta - Yogyakarta beberapa waktu silam dinyatakan aman dan bebas dari wabah virus flu burung. Namun beberapa minggu terakhir ini, petugas Dinas Pertanian dan Kehewanan Kota Yogyakarta menemukan 14 bangkai ayam yang positif terkena flu burung/Avian Influenza (AI).Bangkai ayam tersebut kemudian diperiksa di Balai Besar Penyakit Veteriner (BBPV) di Wates Kabupaten Kulon Progo. Ke 14 bangkai yang positif terkena virus AI itu sudah dimusnahkan agar tidak menyebar.Hal itu dikatakan oleh drh Alladyra, kepala Seksi Pengawasan Bahan Olahan Asal Hewan, Dinas Pertanian dan Kehewanan Kota Yogyakarta kepada wartawan di kantor UPTD di Ngampilan Yogyakarta, Rabu (20/7/2005)."Bangkai ayam yang terkena virus flu burung itu kita temukan dua minggu lalu dari pedagang dan tempat pemotongan ayam di Pasar Terban Gondokusuman," katanya.Selama beberapa hari melakukan pemeriksaan, petugas menemukan 14 daging ayam yang positif terkena virus. Selanjutnya daging ayam itu dibawa ke BBPV untuk diperiksa. "Hasilnya positif terkena AI," katanya.Alladyra mengatakan, saat memeriksa daging ayam yang dijual di pasaran maupun di tempat pemotongan ayam, petugas curiga terhadap beberapa daging ayam potong dengan tanda-tanda bintik merah di dada yang menyebar tidak merata dan di bagian jengger kepala berwarna merah agak kehitaman."Dengan tanda seperti itu, kita jadi curiga. Bahkan ada pedagang yang sengaja memotong jengger ayam yang sakit agar tidak ketahuan," katanya.Namun setelah ditanya petugas, tidak ada satu pun pedagang yang mau mengaku bila daging ayam yang dijual itu adalah ayam potong yang sakit. Namun ketika petugas menanyakan asal daging tersebut, mereka tidak mau mengaku darimana asal ayam potong tersebut."Kami hanya memperkirakan itu berasal dari luar kota. Kalau dari peternak di sekitar Yogya pasti akan ketahuan," katanya.Oleh karena ada yang terjangkiti, petugas saat ini setiap hari melakukan operasi pemeriksaan di semua pasar yang ada di Yogyakarta. Semua daging ayam yang dijual di los-los pasar diperiksa oleh petugas."Tidak hanya di los saja di tempat pemtongan ayam juga kita monitor. Kami hanya bisa menghimbau agar masyarakat waspada. Jangan mau membeli daging ayam dengan harga di bawah harga pasar. Itu justru harus kita curigai," demikian Alladyra.
(nrl/)











































