DetikNews
Rabu 13 Juni 2018, 10:43 WIB

Ini Cuitan Fadli Zon soal Staquf yang Bikin Kader Gerindra Mundur

Haris Fadhil - detikNews
Ini Cuitan Fadli Zon soal Staquf yang Bikin Kader Gerindra Mundur Fadli Zon (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menulis cuitan yang bernada kritik atas kunjungan Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf ke Israel. Dalam cuitannya, Fadli menyatakan kunjungan ke Israel itu memalukan bangsa Indonesia.

"Cuma ngomong begitu doang ke Israel. Ini memalukan bangsa Indonesia. Tak ada sensitivitas pd perjuangan Palestina. #2019GantiPresiden," tulis Fadli di akun Twitter-nya, @fadlizon, pada Selasa (12/6/2018) kemarin pada pukul 01.12 WIB.





Cuitannya itu pun direspons para pengguna Twitter lainnya. Ada 1.014 pengguna Twitter yang me-retweet cuitan Fadli dan ada 2.794 netizen yang menyukai cuitan itu hingga pukul 10.28 WIB.

Tweet Fadli itu kemudian menjadi alasan salah satu kader Gerindra, Mohammad Nuruzzaman, mengundurkan diri dari partai yang dipimpin Prabowo Subianto itu. Nuruzzaman, yang mengaku berlatar belakang santri, merasa Fadli telah menghina Katib Yahya terkait kunjungan ke Israel.

Berikut ini sepenggal isi surat Nuruzzaman yang menyebut Fadli Zon telah menghina Yahya Staquf:

Kemarahan saya memuncak karena hinaan saudara Fadli Zon kepada kiai saya, KH Yahya Cholil Staquf, terkait acara di Israel yang diramaikan dan dibelokkan menjadi hal politis terkait isu ganti Presiden.


Terkait cuitan Fadli itu, anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade mengatakan cuitan Fadli sama sekali tak menghina Yahya. Menurut Andre, Fadli menjalankan tugas sebagai Wakil Ketua DPR bidang politik, hukum, dan keamanan.

"Dia menuduh Bang Fadli menghina kiai, itu tidak benar. Bang Fadli melaksanakan tugas beliau sebagai Wakil Ketua DPR RI bidang politik, hukum, dan keamanan. Bang Fadli memprotes seorang pejabat negara namanya Pak Yahya Staquf yang datang ke Israel, yang membuat kebijakan beliau yang berbeda dengan kebijakan negara kita yang mendukung kemerdekaan Palestina," ujar Andre.
(haf/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed