Usai Gantung Anaknya, Warjinem Gantung Diri
Rabu, 20 Jul 2005 17:45 WIB
Boyolali - Tragis! Warjinem, warga Boyolali, memilih untuk menghabisi riwayat hidupnya dengan cara menggantung diri. Namun sebelumnya, dia terlebih dulu mengabisi nyawa anaknya yang baru berusia 2,5 tahun dengan cara serupa. Diduga motif bunuh diri itu adalah masalah kemiskinan yang dialaminya.Warjinem adalah warga Dusun Jantir, Sindon, Ngemplak, Boyolali. Saat ditemukan pada Rabu (20/5/2005) pukul 11.00 WIB, dia dan Astiwi anak bungsunya itu, telah tergantung dengan leher terbelit kain stagen di dalam rumahnya. Tidak ada tanda-tanda mencurigakan atau bekas penganiayaan. Dugaan sementara Astiwi lebih dulu digantung hingga mati oleh ibunya, baru setelah itu si ibu menyusul gantung diri.Diperkirakan Warjinem melaksanakan niat bunuh diri itu pagi hari ketika rumahnya sepi. Suaminya Jiono, bekerja di Solo sebagai buruh bangunan. Sedangkan anak sulungnya, Anisa Lestari, sedang pergi sekolah. Bahkan anak ini pula yang mengetahui pertama kali peristiwa itu.Anisa yang pulang dari sekolah mendapati pintu rumah terkunci dari dalam. Beberapa kali memanggil ibunya, tidak ada jawaban dari dalam rumah. Dia lalu berinisiatif untuk mengintip situasi di dalam rumah. Tidak diduga oleh siswi kelas empat SD ini, dari intipannya itu diketahui bahwa adiknya telah mati tergantung dan ibunya sedang berusaha untuk menggantungkan diri.Dia pun berteriak-teriak. Warga yang berdatangan tidak mampu mencegah tindakan nekat Warjinem. Saat pintu didobrak, dia telah tidak bernyawa lagi dengan leher terjerat kain. Setelah dilaporkan kepada polisi, mayat keduanya untuk sementara disemayamkan di rumah sederhana itu sebelum pemakaman. Para tetangga mengatakan bahwa Warjinem yang pendiam itu beberapa saat terakhir memang terlihat sangat tertekan akibat kemiskinan yang menimpanya. Bahkan diketahui bahwa sebelum kejadian naas tersebut, Warjinem pernah berupaya melakukan percobaan bunuh diri dengan cara menyiramkan bensin ke tubuhnya dan anak bungsunya. Namun saat itu sempat diketahui warga sehingga dapat dicegah.
(asy/)











































