Ide Larang Motor di Protokol
Tukang Ojek pun Protes Sutiyoso
Rabu, 20 Jul 2005 17:35 WIB
Jakarta - Ide Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso melarang motor melewati jalur protokol hujan kritik. Tukang ojek yang mangkal di kawasan Thamrin-Sudirman juga angkat bicara. Mereka mengancam akan turun jalan. Subhan (30), pria yang berprofesi sebagai tukang ojek ini mengaku keberatan atas ide Sutiyoso."Soalnya yang naik ojek saya hampir 50 persen lewatin Jalan Thamrin," kata Subhan yang sehari-harinya mangkal di samping Wisma Antara, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Subhan memprediksi kebijakan Sutiyoso tidak akan efektif. "Motor kan kecil dibandingin mobil. Harusnya mobil yang dibatasi bukan motor," ujarnya.Agung Prasetyo (25) mengaku kebijakan pelarangan motor mengancam pendapatannya. "Ini bisa mengurangi omset. Saya yakin semua tukang ojek akan demo menolak kebijakan ini," tandas Agung yang kerap beroperasi di sepanjang Jalan Thamrin ini.Hal serupa disampaikan M Husni (32). Tiap harinya, Husni biasa mencari penumpang di depan Gedung BI, Jl MH Thamrin. "Saya harap peraturan itu batal. Saya mau lewat mana kalau dilarang lewat jalan protokol," keluhnya.
(aan/)











































