Pemerintah Perpanjang Operasi Sintuvu Maroso di Poso
Rabu, 20 Jul 2005 17:08 WIB
Palu - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akhirnya kembali memperpanjang pemulihan keamanan dan ketertiban di Poso. Keputusan ini diambil setelah Pemprov Sulteng, Pemkab Poso, Morowali dan Pemkot Palu mengadakan pertemuan dengan Kepolisian Daerah Sulteng.Pertemuan yang digelar di ruang Rupatama Polda Sulteng, Jalan Sam Ratulangi, Rabu (20/7/2005) pagi hingga petang ini memandang perlu untuk memperpanjang operasi bersandi Sintuvu Maroso itu setelah operasi sebelumnya dinyatakan berakhir 12 Juli 2005, mengingat sejumlah kasus kekerasan bersenjata masih terus terjadi di Poso. Masyarakat pun diduga masih menyimpan senjata api maupun bahan peledak. Peristiwa peledakan bom di Pasar Tentena dan pelemparan Bom di KPUD Poso bulan Mei dan Juli lalu menjadi catatan penting pertemuanitu.Kapolda Sulteng Brigadir Jenderal Polisi Ariyanto Sutadi mengungkapkan bahwa setelah operasi Sintuvu Maroso VI berakhir 12 Juli 2005 lalu, pihak menyarankan kepada pemerintah untuk kembali memperpanjang operasi itu."Nantinya semuanya tergantung pemerintah. Yang jelas kemungkinan kerawanan masih ada. Kita masih akan menghadapi Pilkada Gubernur dan proses Pilkada di Poso yang belum selesai. Begitu juga dengan di Morowali. Jadi kemungkinan kerawanan itu harus diantisipasi," sebut Ariyanto, di Mapolda Sulteng, Rabu (20/7/2005) petang ini.Sejauh ini, Polda Sulteng memang masih mempunyai pekerjaan rumah yang belum selesai. Utamanya, kasus peledakan bom Tentena yang 2 tersangka utamanya, Er dan At, hingga saat ini belum berhasil dibekuk.
(nrl/)











































