Pembaca Bicara Soal Ide Motor Dilarang Lewat Jalan Protokol
Rabu, 20 Jul 2005 16:34 WIB
Jakarta - Pembaca detikcom beramai-ramai mengirimkan e-mail sebagai bentuk protes dan juga masukan atas ide Gubernur Sutiyoso yang melarang sepeda motor melewati jalan-jalan protokol, Rabu (20/7/2005).Berikut ini petikan aspirasi pembaca:Ari Pranaditya:Selama ini kebijakan Pemprov DKI masih berkutat di seputar Jakarta saja. Menurut saya penyebab macet Jakarta adalah karena tidak tersedianya transportasi umum masal dari daerah sub urban ke pusat kota yang aman dan comfortable. Akar masalah kesemrawutan jalan di Jakarta ini justru datang dari banyaknya mobil pribadi dari daerah sub-urban ke pusat kota, yang kalau tidak salah volumenya mencapai 45% dari total mobil beredar di Jakarta. Bisa dilihat dari adanya busway yang notabene hanya berputar-putar di jalan protokol saja, kemacetan yang bisa dikurangi dari investasi sedemikian besar, hanya sekitar 7% saja. Yang lain...ya naik mobil pribadi.Danny:Mohon Gubernur DKI jangan lupa proyek busway koridor 2. Jika perlu segera percepat koridor yang lain. Busway itu yang jadi harapan kita-kita buat ngurangi pemakaian kendaraan pribadi baik mobil maupun motor. Baik naik mobil maupun motor itu kagak enak. Mobil kena macet, motor panas, debu dan hujan. Mau naik busway, koridor 2 belum kelar, apalagi koridor lain. Nggak usah mikirin ide lainlah. Pokoknya busway beresin dulu, perbanyak dan percepat penyelesaiannya.Sunny:Ada baiknya Pak Sutiyoso menghitung-hitung tingkat efisiensi dan efektivitas penggunaan mobil dan motor sebelum mengeluarkan kebijakan. Sebagai ilustrasi, mobil berkapasitas 5 atau 8 orang biasanya hanya digunakan oleh 2 atau bahkan satu orang saja berarti utilisasinya hanya 1/5 atau bahkan 1/8 bandingkan motor yang paling tidak utilisasinya adalah 1/2.Kalau diperhatikan sumber daya yang harus dikeluarkan BBM, space (satu mobil bisa ditempati 4 motor), biaya perawatan kendaraan lainnya. Maka di tengah-tengah isu penghematan bapak kita ini mengajak pemborosan, dan diingat menyediakan jalur motor tentunya tidak perlu selebar untuk mobil kan?Anggraini R:Apa yang direncanakan oleh Bang Yos hanyalah merepresentasikan keinginan kaum menengah ke atas di Jakarta, dengan melarang pengendara sepeda motor melewati jalan-jalan protokol di Jakarta. Itu bukan hal paling efektif yang perlu dilakukan saat ini.Kalo kita ambil contoh masyarakat Belanda yang kebanyakan menggunakan sepeda daripada sepeda motor, maka kita analogkan saja sepeda dengan sepeda motor.Yang perlu dilakukan oleh Pemda DKI adalah membangun jalur khusus untuk pengendara sepeda motor di setiap jalan raya terutama di jalan-jalan protokol, seperti yang dilakukan pemerintah Belanda membangun sarana khusus untuk pengendara sepeda dan pejalan kaki, sehingga tidak mengganggu arus mobil dan bus.Penggunaan sepeda motor malah lebih menghemat penggunaan ruang jalan daripada penggunaan mobil yang dengan kapasitas 5-10 penumpang tapi hanya dimuati oleh 1-2 orang saja.Ali Akbar:Saya setuju dengan pendapat beberapa teman-teman bahwa jangan hanya motor yang dilarang tetapi juga mobil sekalian. Tetapi konsekuensinya Sutiyoso harus membenahi dulu transportasi umum yang ada di Jakarta termasuk kereta api sehingga tidak hanya nyaman, tetapi juga aman. Apa sanggup dia?Anawati Karlina:Saya adalah seorang karyawati di perusahaan swasta yang terletak di Jl. Sudirman. Terus terang saya merasa berkeberatan sekali dengan ide Gubernur Sutiyoso yang melarang penggunaan motor lewat jalan protokol. Karena dengan pelarangan ini, aktivitas dari jasa kurir yang sangat membantu pekerjaan saya dalam mengirimkan dokumen-dokumen penting yang harus dikirimkan pada hari yang sama, tentunya tidak bisa diselesaikan dan ini akan berakibat panjang yaitu tertundanya berbagai keputusan penting.Haryo W:Kalau dilihat secara skala makro keruwetan lalu-lintas di jakarta ini disebabkan oelh banyaknya mobil pribadi (walau saya juga kadang memakai mobil atau motor). Secara mikro hal ini disebabkan kendaraan umum yang banyak mengambil penumpang dan menurunkan seenaknya.Saya usul aja, gimana kalau diberlakukan ganjil genap. Dalam artian begini kita ambil contoh no kendaraan (umum tidak termasuk). Hari Senin kendaraan yang bernomor belakang ganjil boleh masuk jalan protokol, hari Selasa kendaraan yang bernomor belakang genap boleh masuk jalan protokol dst.Edwin L:Sudah jelas akar dari semua kemacetan yang terjadi di Jakarta adalah disiplin. Memang harus kita akui bahwa makin lama pengendara sepeda motor makin tidak displin tapi itu semua karena ulah dari petugas yang mengatur lalu lintas sendiri di mana angkutan umum bisa berhenti seenaknya dan bisa ngetem seenaknya tetapi tidak ditegur oleh petugas pengatur lalu lintas dalam hal ini polisi dan DLLAJR.Monang:Jakarta macet itu kan dari dulu, bukan karena pertambahan motor. Bagus juga kalau sarana angkutan umum ditingkatkan sehingga untuk jalan protokol seperti yang dimaksud orang nggak perlu naik mobil atau motor. Sepertinya kalau rencana ini jadi seperti dokter yang salah diagnosa, sakit kepala kok dikasih obat mencret/sakit perut nggak ada hubungan dong. Harusnya yang perlu dibatasi itu ya mobil pribadi dong, jangan motor.Muhammad Jailani:Rencana kebijakan Gubernur Sutiyoso melarang sepeda motor melewatijalan protokol memang aneh. Kalau mau dicompare ke Amerika Serikat, sepeda motor dengan limit CC tertentu diperbolehkan melewati HighWay, apalagi jalan protokol.Seharusnya Sutiyoso membuat kebijakan yang lebih comprehensive berkenaan dengan sistem transportasi di Jakarta dengan berdasarkan research yang valid. Seharusnya diberikan jalur khusus bagi sepeda motor maupun yang ingin berkendaraan sepeda di jalan protokol, bukan sebaliknya dengan melarang kedua jenis transportasi tersebut.Dhiani, kerja di Thamrin:Kalau alasan motor dilarang lewat jalan protokol karena space jalan sudah tidak bisa menampung lagi, apakah dengan larangan itu menjamin untuk tidak terjadinya macet di jalan-jalan protokol, karena pengendara motor yang sekarang ini bisa saja beralih naik mobil (bagi yang sudah punya mobil) atau bahkan beli mobil baru (bagi yang mampu) yang tentu aja bikin macet.DianSaya rasa mobil pribadi penyebab terbesar kemacetan yang menempati ruang setara dengan minimal 6 buah motor. Juga adanya konvoi-konvoi pejabat, termasuk Bang Yos dan DKI-2 (Fauzi Bowo) yang bikin heboh dan nggak mau ikut ngantre. Contohlah Hidayat Nur Wahid yang datang ke acara cuma dengan satu mobil dan tanpa pake voojrider. Kalau memang rencana sepeda motor dilarang melalui jalan protokol, tolong itu berlaku juga bagi semua polisi dan aparat DLLAJ/Dephub, dan semua staf Gubernur.
(nrl/)











































